TAUSYIAH-KU

“Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103)
Hadits di atas menyebutkan 2 perkara yang sangat penting dalam berhubungan sosial. Bisa jadi 2 perkara tersebut mengantarkan kita terhadap surganya Allah swt.
1. Yang pertama, sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Sudah sangat jelas bahwa ketika kita ingin menjadi sahabat yang baik ialah hendaknya kita bersikap baik pula terhadap sahabat kita. Indikator bisa dikatakan bersikap baik itu seperti apa sih???
Banyak sekali sikap yang bisa dikatakan baik. Salah satunya ialah sikap kita untuk saling mengingatkan di jalan Allah swt. Apabila sahabat kita sedikit lalai terhadap Allah swt. Kita bisa mengingatkan sahabat kita untuk kembali ke jalan Allah swt. Begitu juga sebaliknya.
2. Perkara yang kedua yakni, tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya. Kita sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan sosial dan sangat erat berkaitan. Seperti berhubungan dengan tetangga. Tetangga merupakan hubungan sosial yang sangat erat. Maka hendaknyalah ketika kita bertangga harus memiliki sikap yang baik. Seperti menolong tetangga yang sedang kesulitan. Berbuat sopan santun terhadap tetangga, bahkan hanya memberi senyum ke tetangga merupakan perbuatan yang baik. Karena sebaik-baiknya tetangga yang baik di sisi Allah swt. Ialah tetangga yang paling baik sikapnya.
Si Rani beli es teh tarik
Belinya sama si Angga
Yuk mari kita berbuat baik
Terhadap sahabat dan tetangga
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar