أهلا وسهلا

أهلا وسهلا
Tampilkan postingan dengan label KARYA-KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA-KU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2019





[KARYA-KU]

One minute booster: Muhasabah Diri

Pernah mikir ngga kalau kesusahan di dunia ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan kesusahan di akhirat?

Di dunia ketika punya masalah masih ada keluarga, ada temen, ada orang-orang yang nolongin

Di akhirat?

Cek kelanjutannya di video, ya!

➖➖➖➖➖➖➖➖
👥 Fsiku Fbs Unj
📷 @dakwahfsiku
🐤 @FSIKU_UNJ
🌍 www.dakwahfsi-ku.blogspot.com
➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Selasa, 19 November 2019










[KARYA-KU]

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh👋🏻

Alhamdulillah KARYA-KU balik lagi, nih, dengan membawa 2 karya terbaik dari peserta Sekolah Desain 2019 dengan tema DYNAMIC (Draw your Nice Activity with Comic) bersama kang Ridho alias owner komik @hey.jong ✨

Semoga semakin membuat teman-teman semangat berkarya untuk menebar kebaikan, yaa!

"Karya-karya yang baik, bermanfaat dan positif, insyaAllah akan menjadi ladang amalan atau pahala jariyah"

➖➖➖➖➖➖➖➖
📷 http://bit.ly/instagram_fsiku
👥 http://bit.ly/facebook_fsiku
🐤 http://bit.ly/twitter_fsiku
📹 http://bit.ly/youtube_fsiku
🌏 http://dakwahfsi-ku.blogspot.com
➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Rabu, 14 Agustus 2019

Lilin Kehidupan



LILIN KEHIDUPAN

Pernah ketemu sama orang yang maunya disapa duluan? Atau ngga pernah bilang terima kasih setelah ditolongin? Atau ngga pernah bilang maaf setelah berbuat salah? Kamu beruntung, itu artinya kamu lilin bagi kehidupannya. Iya, kamu yang merasa dan sadar bahwa menyapa, mengucap terima kasih, dan meminta maaf adalah hal penting bagi hidupmu. Maka ajarkanlah kepada orang lain. Orang-orang di sekitar kita berbuat sesuka mereka mungkin karena benar-benar tidak tahu, karena tidak terbiasa, atau bahkan tidak diajarkan di keluarganya.

Bukan malah dimaki, "Dasar gatau terimakasih. Udah ditologin juga!"
"Males nyapa dia, dia aja ngga pernah nyapa!"
"Ngapain minta maaf, dia aja ngga ngerasa salah"

Hidup ini bukan tentang dia, mereka, atau lingkungan sekitar. Hidup ini tentang diri sendiri. Semakin kita melihat keburukan-keburukan orang lain, keindahan hidup tidak akan pernah terlihat. 
Kalau ada yang ditolongin ngga bilang makasih, kalian bisa ajarin dengan candaan;
"Yaelah udah ditolongin bukannya makasih lu! Sungkeman sini sama gue, hehe" atau kalo ada yang berbuat salah tapi ngga minta maaf padahal dia yang salah, minta maaf aja duluan "Eh, maaf, ya, gua tadi marah-marah" atau kalo ada yang ngga pernah nyapa padahal kenal, sapa aja "Lewat bae lewat baeee ngopi apa ngopii!" 
Jangan malah diomongin di belakang, karena hidup sekali lagi bukan tentang sekitar kita. Tapi diri kita sendiri. Sejauh mana mau mengerti kehidupan orang lain yang sebenarnya kurang beruntung; tidak diajarkan dan dibiasakan mengucap sapa, maaf, dan terima kasih. 

010918, Syaima Mufida.

Sabtu, 22 Juni 2019

Surat Maaf Untuk Tuhan


[KARYA-KU]


(Surat Maaf Untuk Tuhan)


Aku sadar kekecewaan ku padamu sedikit berlebihan,
Semua yang kau berikan kuanggap sia-sia hanya karena kenyataan yang berjalan tidak sesuai dengan keinginan.

Ku sadari begitu teduh rahmat-Mu mengiringi langkah ku berjalan
Ku pahami bahwa engku tak pernah menginginkan selain yang terbaik untukku

Entah berapa lama aku bisa bertahan jika tanpa teduh pelukmu, tanpa teduh arahanmu, dan tanpa teduh rencana indahmu, Tuhanku.

📌Karya kiriman: @riaasulis

Mau karyamu diposting di media sosial FSI-KU?
Yuk, kirimkan karyamu ke surel kami forumstudikhidmatulummah@gmail.com
Info selengkapnya cek postingan Karya-KU di linimasa kami, ya!

👥 Fsiku Fbs Unj
📷 @dakwahfsiku
🐤 @FSIKU_UNJ
🌍 www.dakwahfsi-ku.blogspot.com

➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Senin, 03 Juni 2019

Apa itu Lailatul Qadar?

[KARYA-KU]






Apa itu Lailatul Qadar?


Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Pada malam ini, banyak sekali keistimewaan yang Allah janjikan. Oleh sebab itu, yuk, kita maksimalkan hari-hari terakhir di Bulan Ramadhan ini untuk mendapatkan Lailatul Qadar✨

📌Karya kiriman: Anisa Putri

Mau karyamu diposting di media sosial FSI-KU?
Yuk, kirimkan karyamu ke surel kami forumstudikhidmatulummah@gmail.com
Info selengkapnya cek postingan Karya-KU di linimasa kami, ya!

➖➖➖➖➖➖➖➖
👥 Fsiku Fbs Unj
📷 @dakwahfsiku
🐤 @FSIKU_UNJ
🌍 www.dakwahfsi-ku.blogspot.com
➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Minggu, 07 April 2019

KARYA-KU: H-30 to Ramadan

[KARYA-KU]


Coming soon: H-30 to Ramadhan✨
Are you ready for Ramadhan?
Prepare yourself for hunting pahala in Ramadhan!
📌Karya kiriman: @fauzisofa

Mau karyamu diposting di media sosial FSI-KU?
Yuk, kirimkan karyamu ke surel kami forumstudikhidmatulummah@gmail.com
Info selengkapnya cek postingan Karya-KU di linimasa kami, ya!

👥 Fsiku Fbs Unj
📷 @dakwahfsiku
🐤 @FSIKU_UNJ
🌍 www.dakwahfsi-ku.blogspot.com
➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Jumat, 29 Maret 2019

Karya-KU Open Artwork

Assalamu'alaikum, mahasiswa/i muslim FBS! 🙌🏻




Apakah kamu orang yang suka membuat karya? Pengen karya kamu bisa dilihat banyak orang?? Pas banget, nih!

Karya-KU Open Artwork

Karya-KU merupakan salah satu divisi yang berada di Departemen MCNR. Saat ini Karya-KU sedang membuka pengumpulan karya bagi kalian mahasiswa/i muslim FBS yang ingin karyanya dimuat di media sosial FSI-KU 🎊

Karya yang dikirim dapat berupa tulisan seperti; cerpen, esai, puisi, ataupun desain gambar seperti; poster, komik, gambar tausiah.

Tema karya harus bermuatan konten islami, ya!

Untuk info lebih lengkap silakan cek postingan di atas, yaa 👆🏻👆🏻

Yuk, ikut berkontribusi! Siapa tau karyamu bisa menjadi perantara hidayah bagi orang lain ✨

➖➖➖➖➖➖➖➖
👥 Fsiku Fbs Unj
📷 @dakwahfsiku
🐤 @FSIKU_UNJ
🌍 www.dakwahfsi-ku.blogspot.com
➖➖➖➖➖➖➖➖
#BahteraKejayaan
#SharingForUmmah

©Media Center n Public Relation 1440 H

Selasa, 21 Agustus 2018

KARYA-KU: Walau Hanya Sebentar Saja, Walau Hanya Sekejap mata

Walau hanya sebentar saja,
Walau hanya sekejap mata

Duhai Saudaraku, dalam adu pendapat atau juga berdebat, banyak hal yang kau harus perhatikan. Karena terkadang kita lupa, tujuan kita bukan lagi mencari pendapat yang terbaik melainkan menjadi yang terbaik…

Hingga, yang kau tahu hanya ada dua ujung di dalamnya. Kalah memalukan, atau menang menerima banyak pujian.

Perkataan yang kau keluarkan bukan lagi dengan niat menyampaikan kebenaran, tapi jadi yang penting menang terpandang dengan nafsu menghinakan.

Tahukah kau saudaraku, dosa yang membuat Iblis ditendang terhina dari surga?

Merendahkan mahkluk lainnya…

Lantas, apa bedanya Iblis dengan kita yang juga menghinakan saudara kita?

Biar kubeitahu, bedanya adalah Iblis mencontohkan dan kita menirunya, Haha

Merasa tinggi, padahal kehilangan pijakan
Merasa wangi, padahal itu amal yang hangus terbakar
Merasa besar, padahal hanya kepalanya yang membesar bak hidrocephalus ..

Rabbana Dzolamna Anfusana Waillamtaghfirlana Watarhamna Lanakunanna minal Khosiriin..

Ya Rabbi bimbinglah kami..
Jadikan kami Hamba-Mu, bukan hamba Iblis
Jangan tinggalkan kami, walau hanya sebentar saja, walau hanya sekejap mata

Setiabudi, 19/08/2018
AMS

Senin, 13 Agustus 2018

KARYA-KU: Singgah dan Tertawa

Singgah dan Tertawa

Aku menolak lupa
Pada setiap hamparan
Ketika malam menyapa
Menekuni berbagai lara yang merambah
Aku menolak berkata
Pada aku yang dulu
Yang pernah merasa tidak tertata
Dan tidak menapaki sebuah sajadah
Aku menolak singgah
Pada dermaga tempat aku biasa terdiam
Tidak melakukan apa-apa
Dan terus merasa tersiksa

Tak apa jika aku pernah duduk di persimpangan
Tempat  menatap kaca dan terus tertawa
Tak apa jika persinggahanku hanya sementara
Tak apa jika aku pernah lupa dan tidak mengetti bahasa
 Sang Maha memberikan selimut hangat dan tempat yang indah
Bahkan jika aku pernah melamun, singgah, dan tersiksa

Desi Nurhayati, PBI 2015

KARYA-KU: Antara Dakwah dan Aku

Antara Dakwah dan Aku

Katanya dakwah itu butuh perjuangan
Katanya dakwah itu harus rela dengan pengorbanan
Katanya dakwah itu selalu penuh tantangan

Mungkin aku bukan penggiat dakwah yang ulung
Mungkin aku juga bukan pejuang dakwah yang menguntung
Pun bukan pendakwah yang selalu memperjuangkan jiwa raganya hingga tak ada lagi keluh dalam relung

Raga ini selalu haus akan juang
Fikir ini selalu rindu akan terjang
Dan hati ini selalu memaksa akan ingatan dan angan

Maka mata ini selalu basah akan air kehinaan

Betapa aku merasa bahwa diri tak pantas berada di dalamnya
Betapa aku merasa bahwa dosa tak pernah jauh dari raganya
Betapa aku merasa bahwa hati tak pernah ikhlas menerimanya

Menerima bahwa inilah yang kubutuhkan
Menerima bahwa inilah yang harus kulakukan
Menerima bahwa inilah yang memang Allah perintahkan

Antara dakwah dan aku
Seperti raga dengan kain penutup kematiannya

ANFS. 23-07-18

Jumat, 27 Juli 2018

KARYA-KU: Iblis Tak Bertanduk


Oleh: Heri Samtani

Di kepalamu mengendap mimpi-mimpi jahanam
tiap kali kutatap bola matamu yang legam
seakan Hitler, Bonaparte, dan Lenin
bersemayam di dalamnya

kau lepas pelor-pelor berderik
pada lautan manusia yang tak sepihak, tak sejalan
kau tanam genderang perang
memanen ribuan nyawa
menghabisi pasukan muslim
sampai ke akar yang paling tanah

kami berdarah, bersimbah
raga terkoyak, jiwa tersentak
kami mati, kau terbahak
duka kami tak pernah sampai pada batasnya
seperti kejahatanmu yang abadi
selama Islam masih ada di muka bumi

musim terus berputar
cerita perang kian bergetar
tangis kami bergema
menempel di tiang-tiang Mesjid
dan perbatasan negara
tapi tak pernah sampai di surat kabar Amerika

kami bersimpuh pada sajadah usang
jika tak mati hari ini, mungkin besok,
atau boleh jadi lusa
asalkan mati dalam pelukan Illahi
maka, merah gelaplah warna Sungai Nil
lantas, sudah puaskah kau tebar iblis tak bertanduk?
yang merobek negeri ini
tunggu sampai kami bersatu dalamnaungan Allah
maka dunia tak lagi punya New York


September 2013

Sabtu, 21 Juli 2018

KARYA-KU: JALAN DAKWAH

Jalan Dakwah

Bismillah..

Dear, pejuang yang tak kenal lelah..
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita berdiri di tengah-tengah suatu hal yang tak pernah terbayar segala peluh.
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita untuk ikut dalam dakwah ini.

Dakwah? Tanyamu, bingung.
Yang kutahu dakwah identik dengan orang-orang yang ketika bertemu saling menyapa spontan mengucap salam.
Yang kutahu dakwah identik dengan para perempuan berjilbab panjang.
Yang kutahu dakwah identik dengan para laki-laki berjenggot, berbaju takwa rapih.

Aku malu, katamu.
Aku layak? Layak bergabung dalam dakwah ini?
Kamu berkali-kali meragukan dirimu sendiri.

Dear,
Jikalau dakwah hanya untuk orang-orang suci.
Di mana tempat untuk orang-orang bertaubat?
Di mana tempat untuk orang-orang yang berhijrah?
Lalu untuk siapa dakwah itu hadir?
Bukankah esensi dakwah adalah saling mengingat-menjaga?

Hari ini,
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita lemah.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita rapuh.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita hina.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu, tanpa dakwah semangatmu hanya sebatas api.
Menggebu-gebu, tapi perlahan hilang menjadi abu.

Hari ini,
Kamu melangkahkan kaki pada jalan dakwah.
Melantangkan komitmen, mengucap janji seolah siap mengikuti semua hal di depan mata.
Di tengah perjalanan, janji-janji itu berjatuhan.
Terurai-terlupakan oleh segudang aktivitas yang katamu prioritas.
Perlahan, kamu mulai kebingungan untuk menentukan.
Mana yang harus kupilih? Tanyamu.
Dan kamu baru menyadari bahwa dakwah ini berat.

Dear..
Dakwah tidak menawarkan segala hal asik yang membuatmu terkikik. Dakwah tidak menawarkan segala kemudahan yang membuatmu tertidur di zona nyaman.

Dakwah ini berat, katamu.
Membatasi tiap ruang kehidupanmu.
Membatasi pertemuan antara ayah dan ibumu,
Bahkan seluruh keluargamu.
Dakwah merenggut seluruh kehidupanku, keluhmu.

Suatu hari kau bilang,
"Aku ingin masuk surga"
Aku terkekeh, melemparkan guyonan.
"Apakah mutiara, berlian, bisa dibeli dengan harga murah oleh orang-orang yang hidup lalai?"

Dan hari ini, kamu terbangun dalam mimpi-mimpi keindahan.
Tertegun-menyadari bahwa surga begitu mahal adanya.
Dan dakwah, menawarkan surga terindah untukmu.
Tempat di mana keindahan tidak hanya untukmu sendiri.
Tempat di mana keindahan diperuntukkan bagimu,
Dan teman-teman seperjuanganmu.

Berjalanlah dalam jalan dakwah yang tidak akan pernah mencacimu.
Berjalanlah sekalipun tertatih.
Dakwah akan tetap menunggu, merengkuh tiap diri yang hadir dengan hati yang pasrah-berserah.
Bersemoga akan jannah yang tak terkira nilainya.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka,"kesejahteraan (dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal didalamnya"." (QS. Az-Zumar: 73)

140718, Syaima Mufida.

KARYA-KU: SHOW FBS

SHOW FBS.

Spiritual Holiday with Fakultas Bahasa dan Seni UNJ. Gampangnya jalan-jalan bersama mahasiswa baru muslim se fakultas bahasa dan seni. Acara ini diadakan setahun sekali dalam rangka penyambutan mahasiswa baru. Untuk apa? Biar para mahasiswa yang sedang mengalami transisi ini akhirnya tidak goyah ketika benar-benar berkecimpung dalam dunia kampus. Melebarkan sayap bahwa mengikuti agenda kebaikan itu menyenangkan.

Tahun lalu saya adalah peserta acara tersebut. Banyak teman-teman yang tidak ikut karena terkendala biaya. HTM yang ditetapkan tahun lalu tidak terlalu mahal bagi saya, tetapi tidak untuk sebagian orang. Dari sana saya merasa bersalah, karena acara ini setelah saya ikuti benar-benar membuat saya benar-benar jalan-jalan secara spiritual. Dimulai agenda solat tahajud bersama, almatsurat, sholat dhuha, materi-materi tentang keislaman, sharing pengalaman tentang hijrah dari alumni, muhasabah. Semuanya membuat saya menjadi merasa bersalah.

Menurut saya, seharusnya semua orang yang terkendala biaya itu harus ada di sini. Merasakan bahagianya dikelilingi kegiatan-kegiatan baik. Merasakan dengan nyata bahwa islam benar-benar agama yang damai. Merasakan bahwa alquran benar-benar kalam Allah yang membawa ketenangan. Dari sana, saya merasa bersalah. Dan berusaha memupuk mimpi -bersemoga, tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya acara baik ini diadakan secara gratis. Iya gratis.

Agar banyak orang-orang yang menyadari bahwa islam ini mudah.
Agar banyak yang menyadari bahwa islam ini indah.


Mau ikut berkontribusi?


140718, Syaima Mufida.

Rabu, 27 Juni 2018

KARYA-KU: Puisi

Kudengar riuh rendah,

Rek Ayo Ngaji!



Berjalan ringan di trotoar Tunjungan

memungut sisa huruf,

Dan kutunggu bedug menyapa.


Senandung ini tak sepi seperti dulu

riuh gemuruh kalam merdu-Nya

saling bersautan

dari surau desa

ke masjid perkotaan


Akan ku sebrangi ramadhan ini

di tengah jelagat dosa puluhan purnama kemarin

Menanam bunga-bunga

Kelak mekar menjadi gedung tinggi,

dalam kecantikan paras surgawi

sulurnya mengangkatku

menjadi perawan lailatul qodar.


Di angkasa Kau,

senandung kalam tartil yang ku baca terjun bebas

Membiarkan diri terjatuh

melawan udara

meninggalkan terik

dari jejak matahari


Di singgasananya,

ribuan doaku dan doa mereka terjeda.

Dan jatuh berserakan,

tepotong kecil-kecil

 terguyur tangis pedas: rujak cingur.


Membiarkan ingatan bercucur airmata,

disaat kau mulai pergi melengkangi ku

Aku dibuat remuk redam

oleh pesona asma-Nya



Dini hari, 19 Mei 2018

Zhlthfh

Minggu, 18 Maret 2018

KARYA-KU: GST Jilid 4

Akhowat Kece Kudu GST !
Jilid IV
Hafsha Hurat


🍁Hanya Selubung Rindu🍁

Bismillahirrahmanirrahim

Orang-orang yang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah 165)

(1883) Adalah kengerian Krakatoa, yang memecah lempeng-lempeng bumi dari kesunyian, meruntuhkan kaldera, menggetarkan isi jagad, membawa lebih dari 40 ribu nyawa lewat gemulung Soo Nah Mee, begitu orang Jepang menyebutnya. Ia, ombak yang berderet-deret, bergulung tiada putus dan tanpa henti, menggunung lalu menyeruak selaju pesawat tempur.

Kini, kedahsyatannya dikenang dalam buana, yang memisah raga antara Jawa dan Sumatera

Sungguh kuasa Allah amat dahsyat

Setiap peristiwa di bumi punya selubung maksud, setiap musibah memiliki hikmah. bahkan setelah kengerian, pasti ada keindahan. Demikianlah kita memelajarinya agar kelak kita punya benteng pertahanan yang kukuh, tak hanya pada jasad, namun juga dalam hati.

Saudariku, pernahkah kau mendengar kisah tentang asal muasal bumi tercipta? yang kabarnya menurut ilmu astrofisika, gugusan-gugusan yang ada di dalam galaksi Bima Sakti ini adalah hasil ledakan besar Big Bang.

Seperti terpahat dalam Al-Qur'an Surat Hud Ayat 7 : "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari"

persis seperti peristiwa dentuman dahsyat itu.

Wallahu a'lam.

Kiranya keindahan yang tercipta di bumi dan seisinya (atas izin Allah) tercatat pula dalam

Surat An-Nazi'at ayat 27-33

"Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya {27}

Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya {28}

Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang {29}

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya {30}

Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya {31}

Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh {32} (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu {33}"

Namun bagi kita, cukuplah sebuah pelajaran. Bahwa selepas peristiwa pasti ada makna

Cukuplah kita mengerti dan mentadabburi keindahan yang tercipta, cukuplah dengan syukur yang tertutur dalam setiap ucap bahwa kita masih diberi jatah untuk dapat memandang seluruh alam.

Ukhti fillah, bagaimana kabarmu di penghujung malam hari ini? masihkah sisa-sisa air wudhu menyegarkan amarah? masihkah sebaris kerinduanmu padaNya mengalun dari tiap bait suci yang kau lantunkan? kuharap demikian, sebab sebait kerinduan itu, pastilah rupa kegandaan rindu-Nya atas dirimu.

Saudariku, aku pernah membaca sebuah paragraf dari Jalaluddin Rumi, bagaimana Allah menitipkan selubung-selubungnya kepada kita, ummat Rasulullah.

Katanya;

"Tuhan menciptakan hijab-hijab itu untuk tujuan baik. Jika keindahan Tuhan ditampakkan tanpa hijab, kita takkan sanggup menanggung pesonanya, tak bisa menikmati daya pikatnya. Sebab hijab itulah kita mendapatkan kebaikan dan manfaat."

Seperti juga ketika Allah menitipkan selubungnya lewat matari yang memancar sinarnya, pabila ia berjarak dekat, binasalah kita. Atau ketika Allah memesamkan selubung-Nya lewat tetumbuhan pada gunung-gunung yang meraksasa, maka yang ada hanya pesona, bayangkan jika gunung-gunung dicipta tanpa selubung, niscaya ia akan hancur berkeping-keping

"Ketika Tuhannya menampakkan diri kepada gunung, gunung itu hancur berkeping-keping" (Al-A'raf: 143)

Maka seperti itulah Allah mencipta selubung, sebagaimana Ia bersikukuh menjaga kita, melindungi kita, memuliakan kita (sebagai wanita).

Gerakan Setengah Tujuh, bukan budaya tanpa latar belakang, bukan pula kebijakan tanpa rumusan, GST tak menyoal batas hak seorang wanita untuk berjuang, bertahan atau sekadar berpendapat, ia lebih dari itu.

Gerakan Setengah Tujuh bukan anjuran tanpa ruang, bukan kesepakatan tanpa musyawarah, Ia budaya yang membentuk keluhuran budi dan akal.

Bagi yang tak mengenalnya, ia serupa "kekolotan" dan tak lebih dari suatu kemunduran. Bayangkan saja, jika teman-teman (perempuan) lain masih bergelut dengan teori-teori ekonomi dan susastra atau sebagian sibuk debat sana sini dalam suatu forum, akhwat yang GST harus secepat mungkin enyah dari kampus dan mau tidak mau harus meninggalkan semua agendanya. Tak jarang kalimat-kalimat seperti;

"Kita udah mahasiswa, bebas!"

"Hidup, hidup gue kenapa lo yang repot!"

"Gue bukan anak SD, terserah mau pulang kapan aja"

Dan lain sebagainya, menjadi dilema bagi kita yang berikhtiar menjaga saudari kita dari segala bahaya atau sekadar mengingatkannya agar tak terpapar oleh maksiat..

Meski di kampus, bukan berarti keamanan kita terjamin (tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pejuang keamanan kampus) ya, kejahatan kini merajalela dan mata-mata penjarah telah mengintai kita dimana-mana.

Pernahkah kita bermuhasabah bahwa dengan selubung cinta-Nya, setiap patah kata tak pernah sia-sia?

Pernahkah kita tersadar bahwa GST adalah salah satu selubung kata-kata yang Allah kehendaki agar kita lebih lama bercengkrama dengan-Nya lewat tilawah-tilawah kita di dalam kamar?

Pernahkah kita berfikir, GST adalah selubung-Nya yang tertulis, agar kita lebih intens mendekat kepada Nya, mencurahkan seluruh cerita dan cita-cita di sepertiga malam, dimana jarak antara Tuhan dan hamba-Nya amat dekat tanpa selubung, dimana setiap bisikmu kepada Nya seumpama kekasih pada kekasihnya, seperti bisik ibu pada janin yang dikandungnya, bagai curahan seorang anak pada ayahnya, seperti denyut yang berdenyar pada urat leher kita. Dekat, amat dekat.

Saudariku, Allah tengah merinduimu, Allah tengah mendekapmu dari jelaga nafsu.

Namun adakah rindu-Nya bersambut? adakah luka dari sentuhan rindu jika sehari kita tak menyapa Nya bahkan lewat satu ayat saja? Adakah luka itu melebam dan kekhawatiran akan perpisahan itu datang? adakah duhai shalihah?

Maka izinkanlah aku menyampaikan selubung rindu-Nya padamu wahai saudariku, biarkan rinduku, rindumu dan rindu-Nya bertemu dalam jembatan antara Nabawi dan Madinah, antara jantung dan cintanya.

Yaa Rabbana, jangan kau biarkan hati-hati kami tak pernah terluka oleh kehampaan jika tanpa-Mu, meski hanya lewat sebatas rindu, hanya selubung rindu.

Izrail dan Ibrahim dalam percakapannya, Ibrahim berkata,

"Tolong sampaikan pada Allah, adakah kekasih yang tega mencabut nyawa kekasihnya?"

Lalu, Allah, lewat Izrail menitipkan pesan

"Ya Ibrahim, adakah kekasih yang tak rindu bertemu dengan kekasihnya?"

Maka pulanglah Ibrahim menemui kerinduannya.

#GST
#AkhwatKeceKuduGST
#GerakanSetengahTujuh
#Rindu
#SelubungRindu
#YukGST
#TagAkhwatKece
#TagSaudarimu













KARYA-KU: GST Jilid 3

Akhowat Kece Kudu GST !
Jilid III
29 Muharram, 1438

🌼TEGASLAH PADA DIRIMU🌼


Bismillahirrahmanirrahim..

Disebutkan dalam kitab “Umar bin Al-Khaththab Al-Watsiqah Al-Khalidah lid-Din Al-Khalid”, Abdul Karim Al-Khathib. Bahwa Khalifah Umar berkhutbah di hadapan manusia untuk pertama kalinya sejak mendapat amanah sebagai khalifah, “Aku mendapatkan kabar bahwa sebagian orang takut akan ketegasanku dan takut terhadap kekerasanku.” Mereka mengatakan, “Umar bersikap keras ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam masih berada di tengah-tengah kita. Kemudian dia bersikap keras ketika Abu Bakar menjadi pemimpin kita; lalu bagaimana halnya jika dia menjadi pemimpin?” Siapa yang mengatakan demikian, maka ia berkata benar. Sesungguhnya aku bersama Rasulullah sebagai pembantu dan pelayan beliau, dan beliau adalah orang yang sifatnya lembut dan kasih sayang. Allah telah memberinya nama demikian, dan memberikan kepadanya dua nama dari nama-nama-Nya, Ra’uf Rahim (yang belas kasih dan penyayang). Sedangkan aku adalah pedang yang terhunus, hingga beliau menyarungkan aku atau membiarkanku. Aku terus seperti itu hingga Rasulullah wafat dalam keadaan beliau ridha kepadaku, alhamdulillah. Dan aku sangat berbahagia dengan hal itu.

Kemudian Abu Bakar memimpin urusan kaum muslimin, dan dia adalah orang yang tidak kalian pungkiri kemurahan dan kelembutannya. Aku sebagai pembantunya dan pembelanya, aku campurkan kekerasanku pada kelembutannya. Aku adalah pedang yang terhunus hingga dia menyarungkanku atau membiarkanku, dan aku terus seperti itu. Aku tetap demikian bersamanya hingga dia wafat dalam keadaan ridha kepadaku, dan aku sangat bahagia dengan hal itu. Kemudian aku memimpin urusan kalian, wahai manusia, dan ketahuilah bahwa kekerasan ini bisa jadi semakin berlipat, tetapi itu hanyalah berlaku atas kezhaliman dan bagi yang melampui batas terhadap kaum muslimin.

Adapun terhadap orang yang lurus, menjaga agama dan keutamaan, maka aku berusaha lebih lembut kepada mereka daripada sebagian mereka atas sebagian yang lain. Aku tidak membiarkan seseorang menzhalimi selainnya atau melampui batas terhadapnya, hingga aku meletakkan pipinya di atas tanah dan aku meletakkan telapak kakiku di atas pipinya yang lain hingga ia tunduk kepada kebenaran…”

Maasya Allah. Dari petikan khutbah Umar tersebut dapat kita tarik benang merah, bahwa ada dua hal yang diperlukan seseorang dalam memimpin, pertama cinta dan yang kedua adalah keberanian. Dan ketahuilah saudariku, bahwa setiap kita adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

Cinta kepada Rabb semesta dan apa saja yang menambah kecintaan kita kepada-Nya, serta keberanian meninggalkan hal-hal yang menjauhkan diri kepada Allah azza wajalla.

Dalam napak tilas Rasulullah, sebuah momentum penting menjadi pilar-pilar keberanian yang seyogyanya pun kita jadikan contoh sebagai pemuda islam yang berani (katanya)

" Zamiluni, Zamiluni !" begitu ucap Rasulullah pada Khadijah Binti Khuwailid, setelah beliau didatangi Jibril ketika wahyu pertama. Saat itu bukan hanya rasa dingin dan menggigil yang dirasa, namun juga rasa takut Rasulullah yang mendera. Sebagai manusia, tentu saja ketakutan itu wajar dirasakan.

Tapi ketakutan itu tak bertengger lama, sebab kasih Allah yang mengantar Rasulullah dengan wahyu-wahyu berikutnya.

" Hai orang yang berselimut, bangunlah.......," (QS. Al-Muzzammil : 73)

Maka selimut pun beliau tanggalkan bersama rasa takut semalam, sebab risalah harus ditegakkan!

Akhwati fillah.. ada satu yang ingin saya sampaikan ketika membaca kisah tersebut, bahwa keberanian dan ketegasan seperti demikian lah yang harusnya kita terapkan, keberanian yang membuatnya (Rasulullah) diikuti dan dicintai. Berani menjadi tameng peradaban islam, dan tegas pada pendirian dalam menegakkan panji-panji islam. Takut karena Allah dan berani karena Allah.

Maka bagaimana ketegasan dan keberanian itu dapat kita terapkan, sebab kita seorang akhwat?

Saudariku di jalan Allah.. sebagai manusia biasa, kita tak mungkin menerima wahyu seperti halnya Rasulullah S.A.W. karena Rasulullah adalah nabi terakhir dan Al-Qur'an adalah wahyu paling akhir yang tiada kitab lain setelahnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah tegas kepada diri sendiri. Tegas dalam berperangai, tegas menentukan sikap, dan tegas dalam menjaga amanah Allah!

Well, apa kaitannya dengan Ge eS Te?

Mari kita renungkan sejenak, ukhti ! dengan berbagai macam dalih, tak bisa kita pungkiri banyak kepentingan yang harus kita penuhi sebagai seorang akademisi yang sana-sini nyari materi, juga sebagai aktivis kampus yang sibuk lari-lari kesana-kemari, terkadang timbul perasaan galau gundah gulana (yuh) jikalau kita TAKUT menolak ajakan ngerjain tugas di kampus atau menolak ajakan rapat sampai lewat waktu maghrib, alasannya macem-macem. Mulai dari deadline, dateline, sampai date line. Okey, mari kita kroscekk alasan-alasan tersebut satu per satu;

1. Pertama alasan (deadline) : Alasan ini biasanya dilontarkan karena tugas yang banyak banget dan harus segera dirampungkan. Sebenernya nggak deadline deadline amat, hanya saja kita sering takabur dengan waktu sehingga tak jarang tugas jadi ditunda-tunda. Astaghfirullahaladzim (curcol)

2. Kedua alasan (dateline) : Beda-beda tipis sama alasan pertama, bedanya tugas ini memang diberikan pada hari itu dan harus dikumpul besoknya, padahal kita bisa saja cari alternatif lain, dan kita tidak harus memaksakan diri pulang larut malam

3. Ketiga alasan (date line) : Alasan ini yang harus dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan dunia akhirat!! *loh? Yup! ini alasan tak masuk akal, ngerjain tugas atau rapat karena ada ikhwan demenannya di situ, sehingga betah lama-lama di kampus sampai larut malam. (Naudzubillahimindzalik) si virus merah jambu ini memang mesti diberantas pakai B*YG*N !

So, ukhti sudah jelaskah bahwa alasan kita diatas semata-mata karena ke'lemah'an kita? lemah dalam menjaga amanah Allah, lemah dalam menentukan sikap, lemah dalam hal prioritas, dan lemah dalam iman, inilah yang paling bahaya. Sebab kekhilafan dan kefuturan bisa datang kapan saja apabila tak kita jaga dengan baik iman itu, apabila tak kita rawat dengan seksama iman itu.

Maka mulailah berpikir lebih cerdas, bertutur lebih bijak, bertindak lebih tegas, dan beriman lebih teguh. Sebab kecerdasan dan kebijaksanaan itulah yang membuat kita paham betul mengapa seorang akhwat 'harus banget' GST. Serta ketegasan pada diri sendiri lah yang juga akan mengantarkan kita pada keimanan yang hakiki.

Pada Jumat terakhir di bulan Sya'ban Rasulullah menangis setelah menjawab tanya Sayyidina Ali perihal ibadah apa yang terbaik pada bulan Ramadhan.

" Mengapa engkau menangis ya, Rasulullah? "

Lalu Rasulullah menjawab sambil tersengal menahan isak tak tertahan

" Aku menangisimu ya, Ali.. Aku menangisi musibah yang menimpamu di bulan Ramadhan. Aku seperti melihatmu sedang shalat, tapi tetiba seorang laki-laki terkutuk mengayunkan pedangnya padamu. Lalu janggutmu memerah karena darah yaa, Ali.."

Tangis Rasulullah semakin isak atas kabar yang disampaikan Jibril kepadanya.

" Ya Rasulullah, apakah peristiwa itu terjadi saat aku masih memegang teguh agamaku? " tanya Sayyidina Ali

" Ya, betul kau masih teguh memegang agamamu." Lalu tersenyumlah Sayyidina Ali.

Bila memang keberanian yang baik akan menemukan jalan-jalan kebaikan, dan membangun sebuah perbaikan,

Maka jadilah Akhwat paling berani ! Jadilah Akhwat paling tangguh !

SALAM GST 👋

Tag Akhwat Kece yang lain 💐

#YukGST
#GerakanSetengahTujuh
#DelapanBelasTigaPuluh
#AkhowatKeceKuduGST
#AkhwatTangguhKuduGST
#TegaslahPadaDirimu


 

KARYA-KU: GST Jilid 2

Akhowat Kece Kudu GST !
Jilid II
Budayakan GST, Budayakan Rasa Malu !
25 Dzul-Qa'idah 1437

بسم اللّه الرحمن الرحيم

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.( Q.S. Al A’raaf :. 26)

Assalamu'alaikum akhwati fillah di kampus tarbiyah Universitas Negeri Jakarta. Bagaimana kabarmu hari ini? adakah ketenangan terpancar dari sisa-sisa wudhu yang 'kan kau jaga seharian? masihkah iman islam yang kau siratkan lewat sungging senyum juga keramahtamahan mengiringmu dalam keanggunan? Semoga engkau selalu berkenan memeliharanya, mengamalkannya, serta membaginya pada saudarimu di belahan bumi manapun.

Tak terasa waktu kian merangkak, sebentar lagi perkuliahan akan dimulai, akan lebih banyak kesibukan-kesibukan yang memaksamu lebih lama berada di kampus, namun semua itu bukan lah alasan untuk mengorbankan ketaatanmu pada-Nya.

Saudariku sayang, aku pernah mendengar kata seorang bijak, bahwa rasa malu dalam diri seorang wanita adalah mahkota baginya. Maka apabila telah lenyap rasa malu itu, jatuhlah mahkotanya, lenyaplah perhiasannya. Sebagaimana Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda :

"Iman dan malu adalah sesuatu yang saling terkait, apabila salah satunya lenyap, maka lenyap lah yang lainnya" (HR Hakim)

Ukhti sayang, seharusnya kita merasa amat beruntung telah diperkenalkan dengan budaya GST (Gerakan Setengah Tujuh) yang mengharuskan kita meninggalkan kampus tepat pukul 18.30. Semestinya kita bahagia karena Allah selalu mengulurkan kasih sayang-Nya lewat jalan manapun, termasuk menjaga kita dari gunungan hawa nafsu yang ada di sekeliling kita.

Saudariku, bolehkah aku bertanya, apa yang kau kerjakan ketika pulang larut malam? benarkah karena kesibukanmu sebagai aktivis?

Ukhti fillah, sekali lagi kesibukan apapun tak akan jadi alasan bila rasa malu telah tertanam dalam dirimu sebagai seorang muslimah.  Bukan rasa malu karena dianggap "jadul' atau ketika teman perempuanmu berkata, "kolot". Bukan, bukan malu yang itu saudariku. Tapi malu yang harus membenam pada dirimu, adalah malu kepada Allah.

Tidakkah engkau malu kepada Allah, karena tawamu yang terbahak di depan lelaki yang bukan mahrammu, padahal mungkin saudarimu di Palestina tengah menjerit-jerit sebab Ia tak mau dan tak sudi mendengar tawa tentara Israel yang siap mencabik-cabik harga dirinya. (Naudzubillah)

Tidakkah engkau malu dengan hijab yang kau kenakan, yang setia mengiringmu dalam setiap tapak, namun dengan entengnya kau tanggalkan sebab "gerah" kau bilang. Padahal mungkin, saudarimu di sana tengah menangis pilu bahkan berdarah-darah mempertahankan hijabnya. Yaa Rabbanaa.. Tidakkah kita malu duhai shalihah?

Sungguh aku tak mau diriku, dan saudariku menjadi wanita yang tidak tahu bagaimana caranya bersyukur. Sungguh aku tak mau menjadi wanita yang ketika di Yaumul Mahsyar nanti, Rasulullah memalingkan wajahnya karena malu terhadap perilaku ummatnya, sungguh aku tak ingin..

Dan untuk saudaraku wahai Akhii, tidakkah kau malu melihat saudarimu yang masih berada di kampus, sedang orang tuanya cemas di rumah menanti-nanti anak perempuannya? Tidakkah kau malu dengan apa yang kau katakan kepada saudarimu "GST Gerakan Setengah Tiga malam" sambil cekikikan dan mengolok-olok dirinya, padahal itu sama sekali tak mencirikan adabmu sebagai seorang muslim. Tidakkah kau malu dengan posisimu yang mungkin amat penting di kampus, tapi kepentingan-kepentingan itu hanya mengantarkanmu atas nama dunia saja??

Maka bila rasa malu itu, dapat menjaga kita dari godaan duniawi, dan menjadikan kita lebih ta'at kepada-Nya, dan bila rasa malu itu, mencampakkan seluruh kemaksiatan yang terlihat atau pun yang tak terlihat, bukankah sebaiknya kita membudayakan GST ? membudayakan rasa malu ! malu kepada dirimu, saudara/i mu. Dan malu terhadap ALLAH.

"Apabila Rabbku berkata kepadaku

Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku

Engkau menyembunyikannya dari makhluk-Ku

Namun, dengan maksiat itu engkau mendatangi-Ku

Apakah jawabanku kepada-Nya tatkala Dia mencelaku dan menanyaiku."

(Senandung Abu Hamid al-Khuluqani ketika menemui Imam Ahmad)





KARYA-KU: GST Jilid 1

Akhowat Kece, Kudu GST!
Jilid I
Hafsha Hurat ( Ketua Putri / Mas'ulah FSI-KU 2018)
Syawal/5/1347H

بسم اللّه الرحمن الرحيم

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Q.S. An Nuur : 31)

Saudariku Akhwatifillah rahimakumullah di kampus tarbiyah, Universitas Negeri Jakarta. Mungkin antunna sudahlah mengenal GST (Gerakan Setengah Tujuh) sedari awal menginjakkan kaki di kampus tercinta ini. Satu dari 10 budaya muslim di UNJ yang sangat istimewa. Kenapa istimewa? karena budaya ini diperuntukkan untukku, untukmu dan untuknya *tsaaah (khusus akhowat yang ikhwan jangan baper) . Ya, setelah lewat pukul 18.30, akhwat kece, harus bergegas pulang.
Saudariku di jalan Allah, tempo lalu ketika saya membuka roomchat di salah satu grup, ada yang mengirim pesan broadcast dari seorang saudari kita, isinya kurang lebih beliau menceritakan pengalamannya, mendapatkan perlakuan yang kurang baik bahkan sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum kepadanya, hari itu beranjak malam dan kampus sudah sepi. Sebulan sebelumnya, seorang sahabat bercerita kepada saya, beliau sampai di rumah pukul 01.00 WIB karena pulang larut malam dari kampus.

Di luar kepentingan-kepentingan yang mendesak, apakah tujuan kita sebagai seorang perempuan muslim yang hakikatnya berdiam diri di rumah? Bukan tidak boleh, tapi sekali lagi apakah tujuan kita benar-benar penting? Ukhti fillah, tidakkah kita malu dengan kodrat sebagai seorang muslimah, yang telah Allah rajut sedemikian rupawan sebagai pakaian kita? Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)
Maka bila menjaga perhiasan merefleksikan keindahan dan kewibawaan seorang wanita, mengapa tak kita terapkan saja pulang awal waktu apabila urusan di kampus sudah selesai? Mengapa tak kita budayakan saja GST agar hati menjadi tentram. Alasannya berbagai macam, ada yang ngotot mengerjakan tugas kuliah, ada yang nyinyir dengan alasan organisasi, ada yang bahkan sama sekali tak mengindahkan, seolah-olah dialah yang paling mengerti apa yang akan terjadi 5 detik kemudian. Yang lebih parah, ada yang sengaja pulang larut malam karena di kampus ada cowok 'incerannya' Naudzubillah. Untuk keperluan yang manakah, ukhti ? atas dasar yang mana ? jikalau memang satu-satunya alasan adalah untuk berdakwah, dakwah yang mana duhai shalihah? dakwah yang seperti apa yang memaksamu pulang larut malam?

Yang paling miris adalah ketika saya menyaksikan seorang ikhwan terang-terangan mengolok-olok teman akhwatnya yang mulai menerapkan budaya ini demi menjaga kehormatannya, dan menghindari hal-hal yang yang tidak diinginkan. Semata-mata Lillah, karena Allah. Katanya "lebay" "sok imut" "kuper" dan berbagai julukan lain yang subhanallah menyakiti hati, tanpa merasa bersalah sedikitpun dan seolah lepas tangan bahwa budaya ini seratus persen diperuntukkan untuk akhwat saja, tanpa ada campur tangan laki-laki di dalamnya, *ini sih gak tau malu. Padahal di sini ikhwan turut andil dalam mengingatkan saudarinya agar lekas enyah dari kampus. Apalagi biasanya ikhwan punya posisi penting di kampus. Tapi, jangan malah disalah artikan, sekali lagi ingatkan sebagai himbauan, bukan dalam bentuk perhatian!

Lalu, pentingnya GST apaan?

Hello, Girlsss! bukan tanpa alasan budaya ini diciptakan *yahay selain melindungi diri dari fitnah di luaran, GST tentu memberikan ruang selebar-lebarnya untuk kita belajar menghargai waktu, dengan pulang tepat waktu, tak ada judul tugas yang terbengkalai, atau cucian gue numpuk (buat anak kostan), atau edisi ditelponin orang rumah dan segala macam. Pun sebagai seorang muslimah yang tak lain dan tak bukan adalah 'calon Ibu' , GST memberikan kita gambaran tentang pengelolaan waktu. Bagaimana tidak, jika dari sekarang kita mampu mengatur masalah rumah tangga, semisal nyuci, njemur, nggosok baju, masak, dan lain-lain, akan mudah ketika nantinya kita terjun langsung ke lapangan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya : ’ Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab:
(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, menaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.“ (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani)

Wanita mana yang tidak ingin demikian, yang dengannya syurga akan diraih bersama. Jadi, buat kamu akhowat kece, yang istimewa. Yuk sama-sama saling mengingatkan agar selalu membudayakan GST. Karena apa? Karena Kita Istimewa. Jika engkau tidak takut akibatnya di malam hari dan tidak juga malu, lakukan semaumu. Ketahuilah demi Allah tiada kebaikan dalam hidup. Begitu juga dalam dunia, ketika telah lenyap rasa malu. Seseorang akan hidup dengan kebaikan selama ia merasa malu. Dan sisa kayu tergantung sisa kulit pohonnya

(senandung Raudhah Al-'Uqala)