فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ
الْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum, atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari kalangan orang Islam. Dan beliau memerintahkan agar ditunaikan sebelum orang-orang pergi menunaikan shalat " (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta'ala mewajibkan zakat fitrah sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kehidupan) mereka pada bulan yang Baik.
Zakat fitrah diwajibkan atas kaum muslimin, anak kecil (yang diwakili orang tuanya), lelaki, perempuan, yang merdeka, dan hamba sahaya.
Waktu penunaian zakat fitri adalah sebelum orang-orang keluar (rumah) untuk menunaikan shalat ied, dan tidak boleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya kecuali satu hari atau dua hari sebelum shalat ied. Dan apabila penunaian zakat itu diakhirkan (setelah) shalat maka zakat itu berubah menjadi suatu shadaqah dari beberapa shadaqah (yang ada)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar