TAUSIYAH-KU

Beribadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari pada beribadah seribu bulan yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر
"Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr: 3).
Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki kemuliaan dan berpahala besar bagi orang-orang yang menghidupkan/melakukan ibadah pada lailatul qadar. Lailatul qadar adalah ketika Allah menetapkan urusan takdir tahunan hamba-hamba-Nya. Allah memilihnya untuk menurunkan Kitab-Nya. Lalu Allah menyifatinya dengan Lailah Mubarakah (malam diberkahi) karena menyiapkan kebaikan, keberkahan, dan keutamaannya yang banyak di dalamnya. Di antara sebab dinamakan Lailatul Qadar karena di malam itu Allah menetapkan urusan rizki, ajal, dan peristwa-peristiwa di alam raya ini.
Dan barang siapa yang menghidupkan malam itu dengan shalat serta diikuti amal ketaatan lainnya karena membenarkan janji Allah dan pahala atas amal itu, meminta ganjaran dari Allah, bukan karena sebab lainnya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Yang terpenting bagi kita adalah di malam itu kesungguhan kita dalam beribadah dan ikhlas dalam melaksanakan ibadah, baik malam itu Lailatul Qadar atau tidak.
© MCNR FSI-KU FBS UNJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar