Sudah masuk bulan Muharram, nih, ikhwah!
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata muharram?
Puasa sunah?
Yup!
Puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang utama setelah puasa di bulan Ramadhan, berdasarkan hadits berikut:
Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa’iid, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awaanah, dari Abu Bisyr, dari Humaid bin ‘Abdirrahman Al-Himyariy, dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”
[Shahiih Muslim no. 1165; Sunan Abu Daawud no. 2429; Jaami’ At-Tirmidziy no. 438]
Disunahkan bagi kita untuk berpuasa di hari berikut:
Puasa Asyura, yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram
Puasa Tasua, yaitu puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram, yang mana puasa tersebut adalah untuk membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya berpuasa di tanggal 10 Muharram.
Puasa di sunnah di tanggal 11 Muharram, yang mana ini juga membedakan diri dari orang Yahudi. Seperti yang diriwayatkan pada hadist berikut:
Puasalah hari Asyura dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. (HR. Ahmad, Al Bazzar)
Di bulan Muharram ini merupakan bulan di mana pahala dari amal kebaikan dilipatgandakan. Nah, puasa sunnah inilah salah satu cara kita untuk mendulang pahala. *asek *
Ada yang nanya, Kapan, sih, tanggal 9, 10, 11 Muharam? Kuy, kita cek kalender~
.
.
.
Wih, ternyata dimulai hari ini (10, 11, 12 Oktober 2016)!
Tunggu apa lagi? Yuk kita laksanakan!
©MCNR FSI-KU FBS UNJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar