أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 17 Desember 2016

Muslim yang Baik II


TAUSIYAH-KU

Foto Fsiku Fbs Unj.
“Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membiasakan lisan untuk berkata yang baik-baik sangat diharuskan bagi umat muslim. Berkata yang baik membuat seseorang diangkat derajatnya oleh Allah. Meskipun yang diucapkan hanya sekedar salam, ucapan terima kasih, ungkapan rasa syukur yang mungkin sudah menjadi kebiasaan sehingga kata-kata itu terasa biasa saja ketika diucapkan. Tetapi di mata Allah hal itu adalah suatu kemuliaan dan Allah pun menjanjikannya dengan balasan yang baik.
Namun berbeda dengan perkataan yang buruk. Seperti ketika mencela saudara sendiri, marah-marah sambil mengumpat kata kasar, memanggil saudaranya dengan panggilan yang tidak disukai oleh saudaranya tersebut lalu menganggap itu adalah hal yang biasa, Allah akan murka kepada orang yang seperti itu. Kemurkaan yang akan mengantarkan seseorang ke neraka.

“Tapi, kan umpatan kasarnya refleks karena lagi kesal.”

“Lagian, dia ikut tertawa kok dipanggil dengan panggilan (celaan) itu.”

Saudaraku, kita tidak tahu apa yang saudara kita rasakan ketika menerima kata-kata yang buruk atau kasar dari kita. Mungkin di luar ia tersenyum, tapi bagaimana perasaannya?

Tidak mau, kan, Allah murka kepada kita?

Oleh karena itu kita harus membiasakan lisan kita, lidah kita untuk mengucap kata-kata yang baik. Bila sedang marah, beristighfarlah dan panggillah saudara kita dengan nama yang baik.

© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar