Bismillahirrahmanirrahim
Ikhwah, pernahkah kita bermuhasabah tentang jiwa-jiwa kita yang telah berhimpun, atas Kebernaungan siapa?
Atau pernahkah kita menyadari bahwa, atas tujuan yang mana, hati-hati kita telah berpadu? Sebab kata seorang sahabat
"Tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang".
Pernah dalam suatu majelis di kamis senja, saya sengaja berdiam menyesapi betapa nikmat jalan ini, betapa indah rute ini. Jalan yang sepi sama sekali dengan sedikit orang di dalamnya, rute yang begitu panjang dan terjal likunya. Tapi lagi-lagi hati ini seakan rembes tak sanggup menahan keterharuannya.
Atau ketika jabat tangan seorang saudari erat dalam genggaman, kembali, sejuk itu merasuk dan melebur dalam-dalam lalu menetap di singgasana qalb.
Sungguh bukan tanpa alasan Allah berikan komando dalam barisan ini. Bukan tanpa maksud Allah memandu setiap derap langkah kita di jalan ini, Bukan tanpa tujuan Allah mempertemukan kita pada ruang ini, pada rantai paling kukuh, pada dendang paling syahdu pada napak tilas paling sejarah.
Maka pada rantai itulah seharusnya roda akan terus berputar, lewat jalan yang lebih terjal, lewat rute yang lebih jauh, lewat liku yang paling tajam. Teruslah eratkan rantai-rantai ukhuwah lalu berjalanlah atas nama dakwah.
Sebab telah tersurat dalam hadits ; Perumpamaan kaum mukmin dalam ukhuwah seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit atau demam.” [HR. Muslim]
Dimanapun kita berjalan, lewat arah manapun kaki-kaki kita akan bergerak walau dengan rute yang berbeda, tetaplah istiqamah dalam rantai ukhuwah.
Saudaraku, semoga Allaah selalu memudahkan langkah kaki kita dalam kebaikan dan menetapkan hati kita dalam iman islam.
Aamiin Yaa Mujibas Saailiin
Jakarta, 17 Desember 2016
Muktamar FSIKU 2016
Hafsha Hurat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar