(Media FSI-KU) Assalamu’alaikum sahabat
muslim! Alhamdulillah artikel Kajian Islam Khidmatul Ummah (KALAM-KU) kembali lagi membawakan tema yang
menaaaariik banget buat dibahas! Kali ini FSI-KU membawakan tema yang sangat
berhubungan dengan fakultas kita, loh! Waaah..apaaan tuh? Well, fakultas kita kan Fakultas Bahasa dan Seni. Di KALAM-KU sebelumnya, kita sudah pernah membahas tentang seni sebagai media untuk berdakwah.
Sekarang, tiba saatnya untuk kita membahas tentang bahasanya. Oleh karena itu, tema
KALAM-KU kita minggu ini yaitu “Efek Bahasa dalam Da’wah” dengan pembicaranya yaitu
Syahril Sidik, S.Ag. Wiihh..keren banget
kan!
Sebelumnya,
kita bahas dulu yuk apa sih dakwah itu?
Dakwah berasal dari bahasa Arab
“Da’wah” yang artinya ajakan. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari
kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan, atau ajakan. Jadi, dakwah
adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk
beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari’at, dan akhlak
Islam. Atau singkatnya dakwah adalah menyeru untuk berbuat kebaikan.
Dakwah
merupakan tugas dari setiap manusia. Sebab, manusia merupakan makhluk sosial
yang sudah sepantasnya untuk saling mengingatkan dan menyeru dalam melakukan
kebaikan. Kewajiban untuk berdakwah tertulis di dalam Al-Qur’an, yang berbunyi:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. Ali-Imran:104)
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ
أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi
mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah
orang-orang yang fasik" (QS. Ali-Imran: 110)
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ
Artinya:
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan." (QS.Al-Gasiyah: 21)
Jadi,
sudah tahukan? bahwa setiap manusia apalagi muslim yang sudah tabligh dan
berakal itu berkewajiban untuk melakukan dakwah. Nah, menurut kamu media apa
sih yang paling umum digunakan dalam berdakwah? Yap, ngga salah lagi yaitu
bahasa. Bahasa adalah media dakwah yang paling sering digunakan. Bahasa adalah
alat yang digunakan untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan, dll. Oleh karena
itu, bahasa sangat penting digunakan dalam melakukan kegiatan dakwah kita.
Menurut kak Syahril, dalam berdakwah kita itu harus berorientasi pada proses
bukannya hasil, karena kalau dakwah kita hanya berorientasi pada hasil maka, gagallah dakwah
nabi-nabi kita terdahulu. Tapi, jangan sampai karena itu kita jadi berasumsi
“ah, yang pentingkan proses, hasilnya bodo amat deh”, jangan seperti itu ya
sahabat muslim!
Mari kita renungkan dulu sejenak, kenapa sih kita ngga
berhasil-berhasil untuk mengajak orang dalam kebaikan?. Apa ada sesuatu yang
salah?. Ternyata, salah satu penyebab kurang berhasilnya kita dalam mengajak
seseorang berbuat kebaikan itu adalah bahasa, loh! Yap, bahasa yang kita pakai
itu. Coba mari kita lihat bagaimana cara dalam menstabilkan iman kita:
1.
Dekat dengan Allah
2.
Memiliki kompetensi
3.
Lihai dalam penyampaian
Nah,
lihat kan poin ketiga ada apa? Lihai dalam penyampaian. Apa maksudnya?
Lihai
dalam penyampaian ini maksudnya adalah bagaimana kita menggunakan bahasa itu.
Apakah menggunakan bahasa yang baik dan sudah sesuai atau belum. Karena, di dalam
berdakwah ketika kita ingin menguasai suatu kaum atau ingin mengajak suatu
kaum ke dalam kebaikan maka kita harus menguasai bahasa kaum tersebut.
Tujuannya supaya kita mudah untuk berkomunikasi dengan mereka.
Kita
ambil contoh saja yang dekat dengan kita sebagai mahasiswa yaitu saat skripsi. Skripsi
itu paling berpengaruh nilainya saat sidang. Poin yang besar ada dilihainya mahasiswa
dalam menyampaikan apa yg ditulis di skripsinya. Nah, bisa dilihat kan di sini
betapa pentingnya kita menguasai bahasa untuk berkomunikasi, khususnya
menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan itu.
Setelah
kita mengetahui dakwah dan bahasa tadi, sekarang bagaimana sih cara kita
menggunakan bahasa dalam berdakwah?
1. Lihat objek dakwahnya. Di sini kita harus mengetahui
dulu seperti apa objek dakwah kita.
Bagaimana cara mendekati mereka, dan bahasa
seperti apa yang mereka gunakan.
2. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Ini
penting setelah kita mengetahui bahasa yang objek gunakan. Seperti apapun bahasa yang digunakan oleh si
objek, kita harus tetap menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti dalam
menyampaikan dakwah kita.
Ada
kisah menarik nih yang diceritakan oleh kak Syahril yang berhubungan dengan
tema kita ini.
Kalian tau kota Madinah? Dulu, kota ini belum kenal dengan
yang namanya Islam. Terus kenapa orang-orang di Madinah sangat menyambut
Rasulullah SAW, ya? Padahal mereka kan belum pernah bertemu dengan
Rasulullah SAW, tapi mereka begitu mendambakan Rasulullah SAW untuk segera
datang ke kota Madinah.
Ada apakah di balik itu?
Sahabat muslim, ternyata pada waktu itu di sana, ada seorang
sahabat yang sangat berperan. Sahabat itu bernama Mush'ab bin Umair.
Mush'ab bin Umair diutus Rasulullah SAW untuk berdakwah di
kota Madinah, setelah ada beberapa orang Madinah yang datang ke Mekah
dan menyatakan keislamannya.
Dengan bahasalah Mush'ab mengikat orang-orang Madinah,
bahkan ia pun berhasil mengislamkan dua tokoh besar di kota tersebut yaitu Usaid
bin Hudair dan Saad bin Muadz.
Dengan masuknya dua tokoh tersebut, maka
berbondong-bondonglah orang-orang Madinah untuk masuk Islam.
Mush'ab adalah seseorang yang sangat cerdas, Beliau sangat
lihai dalam menyampaikan, dan Beliau selalu bersikap tenang serta tidak
terburu-buru dalam menyampaikan sesuatu.
Dengan sikap tenangnya, dia merancang bahasa agar mudah
mengikat objek dakwahnya.
Masyaa Allah, betapa hebatnya Mush’ab dalam memanfaatkan
bahasa sebagai media dakwah beliau.
Beliau
sangat paham, ketika ingin berkomunikasi dengan suatu kaum maka beliau harus
mempersiapkan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. Selain itu, beliau juga
tahu siapa saja orang-orang penting yang berada di kaum itu. Sehingga,akhirnya Beliau berusaha untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan orang yang
dianggap penting di kaum itu. Kemudian, jika orang yang penting itu sudah
berhasil diajak ke dalam kebaikan maka dengan otomatis orang-orang yang
mengikuti orang penting itu pasti akan melakukan hal yang sama.
Sungguh
cara yang patut kita teladani dalam berdakwah. Patut dicoba tuh, sahabat
muslim!
Nah,
kalau kamu ingin lebih mengetahui kisah Mush'ab bin Umair, kalian bisa kepoin
kisah Beliau di sini
Alhamdulillah,
itulah kiranya pembahasan KALAM-KU minggu ini. Bermanfaat banget kan? Dan pastinya
bisa kamu aplikasikan dalam kehidupan kamu. Akhir kata, semoga Allah selalu
memudahkan kita untuk menyeru ke dalam kebaikan, mengajak orang-orang untuk
berbuat baik, dan menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat, Aamiin..
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar