أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 29 April 2017

Efek Bahasa Dalam Dakwah

(Media FSI-KU) Assalamu’alaikum sahabat muslim! Alhamdulillah artikel Kajian Islam Khidmatul Ummah  (KALAM-KU) kembali lagi membawakan tema yang menaaaariik banget buat dibahas! Kali ini FSI-KU membawakan tema yang sangat berhubungan dengan fakultas kita, loh! Waaah..apaaan tuh? Well, fakultas kita kan Fakultas Bahasa dan Seni. Di KALAM-KU sebelumnya, kita sudah pernah membahas tentang seni sebagai media untuk berdakwah. Sekarang, tiba saatnya untuk kita membahas tentang bahasanya. Oleh karena itu, tema KALAM-KU kita minggu ini yaitu “Efek Bahasa dalam Da’wah” dengan pembicaranya yaitu Syahril Sidik, S.Ag.  Wiihh..keren banget kan!

Sebelumnya, kita bahas dulu yuk apa sih dakwah itu?
Dakwah berasal dari bahasa Arab “Da’wah” yang artinya ajakan. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang berarti panggilan, seruan, atau ajakan. Jadi, dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari’at, dan akhlak Islam. Atau singkatnya dakwah adalah menyeru untuk berbuat kebaikan.
Dakwah merupakan tugas dari setiap manusia. Sebab, manusia merupakan makhluk sosial yang sudah sepantasnya untuk saling mengingatkan dan menyeru dalam melakukan kebaikan. Kewajiban untuk berdakwah tertulis di dalam Al-Qur’an, yang berbunyi:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. Ali-Imran:104)

 كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Artinya:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" (QS. Ali-Imran: 110)


فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ
Artinya:
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan." (QS.Al-Gasiyah: 21)

Jadi, sudah tahukan? bahwa setiap manusia apalagi muslim yang sudah tabligh dan berakal itu berkewajiban untuk melakukan dakwah. Nah, menurut kamu media apa sih yang paling umum digunakan dalam berdakwah? Yap, ngga salah lagi yaitu bahasa. Bahasa adalah media dakwah yang paling sering digunakan. Bahasa adalah alat yang digunakan untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan, dll. Oleh karena itu, bahasa sangat penting digunakan dalam melakukan kegiatan dakwah kita. Menurut kak Syahril, dalam berdakwah kita itu harus berorientasi pada proses bukannya hasil, karena kalau dakwah kita hanya berorientasi pada hasil maka, gagallah dakwah nabi-nabi kita terdahulu. Tapi, jangan sampai karena itu kita jadi berasumsi “ah, yang pentingkan proses, hasilnya bodo amat deh”, jangan seperti itu ya sahabat muslim!

Mari kita renungkan dulu sejenak, kenapa sih kita ngga berhasil-berhasil untuk mengajak orang dalam kebaikan?. Apa ada sesuatu yang salah?. Ternyata, salah satu penyebab kurang berhasilnya kita dalam mengajak seseorang berbuat kebaikan itu adalah bahasa, loh! Yap, bahasa yang kita pakai itu. Coba mari kita lihat bagaimana cara dalam menstabilkan iman kita:

        1.       Dekat dengan Allah
        2.       Memiliki kompetensi
       3.       Lihai dalam penyampaian

Nah, lihat kan poin ketiga ada apa? Lihai dalam penyampaian. Apa maksudnya?
Lihai dalam penyampaian ini maksudnya adalah bagaimana kita menggunakan bahasa itu. Apakah menggunakan bahasa yang baik dan sudah sesuai atau belum. Karena, di dalam berdakwah ketika kita ingin menguasai suatu kaum atau ingin mengajak suatu kaum ke dalam kebaikan maka kita harus menguasai bahasa kaum tersebut. Tujuannya supaya kita mudah untuk berkomunikasi dengan mereka.

Kita ambil contoh saja yang dekat dengan kita sebagai mahasiswa yaitu saat skripsi. Skripsi itu paling berpengaruh nilainya saat sidang. Poin yang besar ada dilihainya mahasiswa dalam menyampaikan apa yg ditulis di skripsinya. Nah, bisa dilihat kan di sini betapa pentingnya kita menguasai bahasa untuk berkomunikasi, khususnya menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan itu. 


Setelah kita mengetahui dakwah dan bahasa tadi, sekarang bagaimana sih cara kita menggunakan bahasa dalam berdakwah?
 
            1. Lihat objek dakwahnya. Di sini kita harus mengetahui dulu seperti apa objek dakwah kita.
         Bagaimana cara mendekati mereka, dan bahasa seperti apa yang mereka gunakan.

          2. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Ini penting setelah kita mengetahui bahasa yang objek gunakan. Seperti apapun bahasa yang digunakan oleh si objek, kita harus tetap menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti dalam menyampaikan dakwah kita.

Ada kisah menarik nih yang diceritakan oleh kak Syahril yang berhubungan dengan tema kita ini.

Kalian tau kota Madinah? Dulu, kota ini belum kenal dengan yang namanya Islam. Terus kenapa orang-orang di Madinah sangat menyambut Rasulullah SAW, ya? Padahal mereka kan belum pernah bertemu dengan Rasulullah SAW, tapi mereka begitu mendambakan Rasulullah SAW untuk segera datang ke kota Madinah. 

Ada apakah di balik itu?
Sahabat muslim, ternyata pada waktu itu di sana, ada seorang sahabat yang sangat berperan. Sahabat itu bernama Mush'ab bin Umair.

Mush'ab bin Umair diutus Rasulullah SAW untuk berdakwah di kota Madinah, setelah ada beberapa orang Madinah yang datang ke Mekah dan menyatakan keislamannya. 

Dengan bahasalah Mush'ab mengikat orang-orang Madinah, bahkan ia pun berhasil mengislamkan dua tokoh besar di kota tersebut yaitu Usaid bin Hudair dan Saad bin Muadz.

Dengan masuknya dua tokoh tersebut, maka berbondong-bondonglah orang-orang Madinah untuk masuk Islam.

Mush'ab adalah seseorang yang sangat cerdas, Beliau sangat lihai dalam menyampaikan, dan Beliau selalu bersikap tenang serta tidak terburu-buru dalam menyampaikan sesuatu.

Dengan sikap tenangnya, dia merancang bahasa agar mudah mengikat objek dakwahnya.

Masyaa Allah, betapa hebatnya Mush’ab dalam memanfaatkan bahasa sebagai media dakwah beliau.
Beliau sangat paham, ketika ingin berkomunikasi dengan suatu kaum maka beliau harus mempersiapkan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. Selain itu, beliau juga tahu siapa saja orang-orang penting yang berada di kaum itu. Sehingga,akhirnya Beliau berusaha untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan orang yang dianggap penting di kaum itu. Kemudian, jika orang yang penting itu sudah berhasil diajak ke dalam kebaikan maka dengan otomatis orang-orang yang mengikuti orang penting itu pasti akan melakukan hal yang sama.
Sungguh cara yang patut kita teladani dalam berdakwah. Patut dicoba tuh, sahabat muslim!

Nah, kalau kamu ingin lebih mengetahui kisah Mush'ab bin Umair, kalian bisa kepoin kisah Beliau di sini 

Alhamdulillah, itulah kiranya pembahasan KALAM-KU minggu ini. Bermanfaat banget kan? Dan pastinya bisa kamu aplikasikan dalam kehidupan kamu. Akhir kata, semoga Allah selalu memudahkan kita untuk menyeru ke dalam kebaikan, mengajak orang-orang untuk berbuat baik, dan menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat, Aamiin..

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar