أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 15 April 2017

Islam dengan Berbagai Ancamannya dari Luar

(Media FSI-KU) Assalamu'alaikum, sahabat muslim! Balik lagi di artikel Kajian Islam FSI-KU dengan tema kita kali ini yaitu Islam dengan Berbagai Ancamannya dari Luar, yang berlangsung pada hari Kamis, 6 April 2017 lalu. Kajian kita kali ini bertempat di panggung FBS dengan pemateri yaitu Ust. Akmal Sjafril, ST,  M.Pd. I

Sekarang ini solidaritas dan ukhuwah antar umat muslim di Indonesia semakin menunjukkan eskistensinya. Hal ini dilatarbelakangi dengan berbagai isu dan masalah yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan penistaan agama -yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan di setiap media. Terlepas dari isu dan masalah yang melatarbelakangi hal ini, tentunya kita patut berbangga karena umat muslim kita saat ini telah menyadari bahwa dengan bersatu maka Islam itu kuat. Dari zaman dulu, Islam digambarkan dengan agama yang kuat, tangguh, dan berani apabila para umatnya bersatu menjadi satu. Dengan bersatu membela agama sendiri menunjukkan bahwa kita mencintai agama kita dan tidak ingin agama kita diganggu ataupun diperolokan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak mudah untuk dihancurkan.

Tetapi, agaknya, ada saja orang-orang yang tidak menyukai hal tersebut. Di luar sana misalnya, ada saja orang-orang yang tidak menyukai munculnya pergolakan umat Islam. Mereka merasa iri dan ingin menghancurkan Islam. Mereka tidak suka melihat umat Islam bersatu membela agamanya dan sebagainya. Orang-orang seperti ini jelas ada dan keberadaannya patut kita waspadai.

Berdasarkan topik kajian kita kali ini yaitu "Islam dengan Berbagai Ancamannya dari Luar", kita diajak untuk mencari tahu ancaman atau masalah apa saja yang dapat mengganggu agama Islam. Baik itu ancaman atau masalah dari luar maupun dari dalam agama Islam itu sendiri. Menurut Ust. Akmal, masalah eksternal yang kini sedang menimpa umat muslim ada tiga, yaitu:

Sekulerisasi
Sekulerisasi adalah upaya pemerintah memisahkan agama dan urusan duniawi. Contohnya, hubungan seorang anak yang dipisahkan dengan orang tuanya, ketika beranjak dewasa seorang anak bebas menikah dengan siapa saja tanpa persetujuan orangtuanya. Bisa disimpulkan, saat sudah dewasa anak sudah tidak memiliki hubungan dengan orangtuanya. Mengapa hal ini bisa terjadi? karena di dalam sekulerisme hal tersebut dikategorikan ke dalam masalah pribadi, sehingga agama tidak boleh berperan dan ikut campur. Sekulerisasi menimbulkan sikap individualis dan tidak mau tahu urusan orang lain. Hal tersebut pastinya sangat tidak dianjurkan karena bagaimanapun manusia merupakan makhluk sosial. Sudah kodrat manusia untuk hidup berdampingan dengan orang lain, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jika sekulerisme ini dibiarkan maka bisa saja suatu hari nanti agama sudah tidak dianggap penting lagi.

Murtadisasi
Murtadisasi adalah upaya mengeluarkan seseorang dari keyakinan mereka dalam ber-Islam.
Alkisah saat itu terjadi kongres antar umat agama di rezim Soeharto. Pada kongres tersebut timbul kesepakatan bahwa orang yang telah memeluk agama tertentu tidak diperbolehkan untuk keluar atau pindah ke agama lain. Tetapi, kesepakatan tersebut ditolak oleh umat Nasrani karena di dalam agama  mereka mempunyai misi yaitu untuk mengajak orang-orang masuk ke agama mereka. Dengan kata lain orang yang sudah beragamapun diajak untuk masuk ke agama mereka yaitu Nasrani. Walaupun pada akhirnya tidak menghasilkan kesepakatan yang bulat, tapi dari kongres itu kita jadi tahu ancaman nyata yang dapat mengganggu umat Islam. Menurut mereka -oramg yang berada di luar agama Islam, cara mudah menaklukan umat Islam adalah dengan memurtadkannya. Memang kelihatannya mudah, tetapi manusia mempunyai akal dan kebiasaan yang sudah tertanam kuat di dalam dirinya. Seburuk-buruknya orang Islam, merekapun pasti tidak akan mudah untuk diajak keluar dari agama Islam. Karena, bagaimanapun mereka masih mempunyai akal dan pikiran, tahu mana yang baik dan buruk, walaupun belum mampu untuk melaksanakannya. 

Nativisasi
Umat Islam juga diserang dengan ideologi "Nativisasi /Nativisisme" yaitu ideologi yang memerintahkan kita orang Indonesia untuk kembali ke masa kebudayaan dulu sebelum adanya Islam. Contohnya, rakyat Indonesia dipaksa untuk kembali ke saat masa-masa pra sejarah yang menyebutkan bahwa asal muasal negara kita adalah Hindu dan ditanamkan terus pemikiran bahwa kita memiliki warisan budaya berupa pewayangan, dll. Sehingga, secara tidak langsung kita terus menerus diajak untuk mengurusi warisan-warisan budaya saja tanpa harus dibuat berkembang jauh secara bidang teknologi atau apapun. Pada akhirnya, tanpa disadari merekalah yang menguasai teknologi sehingga kita dibuat ketinggalan zaman. Intinya, ideologi seperti ini jelas menyesatkan jika acuan kembali ke budaya lama adalah budaya pra-Islam atau sebelum datangnya Islam. Bisa dibayangkan jika kita hidup di zaman ini berdasarkan kebudayaan dan peraturan zaman dulu. Mungkin kehidupan kita sekarang malah akan mundur dan tidak berkembang.

Itulah kiranya tiga masalah eksternal yang sedang dihadapi oleh umat Islam saat ini. Ada baiknya selain mengetahui masalah eksternal, kita juga perlu mengetahui masalah internal apa yang dapat melemahkan agama Islam itu sendiri. Menurut Ust. Akmal, masalah internal yang kini sedang menimpa umat muslim ada tiga, yaitu:
Confusion (Kebingungan)
Maksudnya adalah upaya membingungkan orang Islam dengan cara memanipulasi sejarah Islam. Contohnya, membingungkan umat Islam dengan menyebut nabi Ibrahim memiliki 3 agama. Padahal jelas-jelas nabi Ibrahim itu beragama Islam, beliau bukan pemeluk agama Nasrani maupun Yahudi. Tapi, paham ini terus dipelihara sampai sekarang dan umat Islam menghiraukannya saja tanpa membenarkannya.

Deislamitation (Mengeluarkan hakekat sebagai Muslim)
Maksudnya adalah perekayasaan pemerintah. Diedarkannya isu bahwa orang Indonesia berasal dari agama Hindu-Budha. Hal ini berkaitan juga dengan sejarah yang diubah dan direka kebenarannya. Sehingga pemahaman ini akhirnya terus ada sampai sekarang sejalan dengan sejarah yang terus diceritakan padahal kebenarannya sudah direkayasa.

The Lost of Adab (Kehilangan adab)
Semua manusia di mata seseorang dianggap sama. Seperti contoh seorang perilaku kriminal yang disamakan dengan orang beriman, dengan prinsip "Kita semua sama dimata Tuhan".
Nah, pemahaman ini yang harus kita waspadai. Walaupun prinsip kita semua sama di mata tuhan itu benar adanya, tapi kita harus ingat bahwa manusia memiliki hati dan keimanan. Maka, hati dan keimanan itulah yang dijadikan pembeda orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman. Orang yang baik dengan orang yang buruk. Karena, tetaplah berbeda orang yang ahli maksiat dengan orang beriman. 

"Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu,...". [QS. Al-Maidah ayat 100]


Nah, bagaimana sahabat muslim artikel KALAM-KU kali ini? Menarik banget kan dan tentunya menambah pengetahuan kita mengenai ancaman-ancaman apa saja yang dapat mengganggu dan melemahkan umat Islam. Akhir kata, semoga Allah selalu melindungi dan menolong kita dari berbagai ancaman yang dapat melemahkan umat Islam. Dan semoga Allah senantiasa memberikan kita kemudahan untuk terus berbuat baik dan melindungi agama kita. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar