أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Selasa, 11 April 2017

Serba-Serbi TAUSIYAH-KU

TAUSIYAH-KU (Kamis, 06 April 2017)



Ikhwahfillah, sering kali kita merasa disuatu keadaan yang sangat mendesak, dimana disitu banyak kita hadapi kesulitan dan masalah-masalah hingga kita merasa sendirian. Kita sering kali lupa bahwa sesungguhnya Allah selalu bersama kita, mengawasi kita dan melindungi kita. Yuk kita renungi hadits berikut:

عن ابْنِ عَبَّاس رضي اللَّه عنهما أيضاً قال :
« حسْبُنَا اللَّهُ ونِعْمَ الْوكِيلُ قَالَهَا إبْراهِيمُ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم حينَ أُلْقِى في النَّارِ ، وَقالهَا مُحمَّدٌ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم حيِنَ قَالُوا :
« إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إيماناً وقَالُوا : حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوكِيلُ »
( رواه البخارى. )

Dari Ibnu Abbas رضيَ اللَّه عنهما pula, berkata :
" Lafaz : Hasbunallah wa ni'mal wakil, artinya : Cukuplah Allah itu sebagai penolong kita dan Dia adalah sebaik-baiknya yang diserahi,
itu pernah diucapkan oleh Ibrahim عليه السَّلامَ ketika beliau dilemparkan ke dalam api.

Juga pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika orang-orang sama berkata :
" Sesungguhnya orang-orang banyak telah berkumpul-bersatu-untuk memerangi engkau, maka takutilah mereka itu, tetapi ucapan sedemikian itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang beriman melainkan keimanan belaka dan mereka berkata :
Hasbunallah wa ni'mal wakil. "
( HR Imam Bukhari )

Dari sini kita dapat tahu bahwa Nabi Ibrahim bisa selamat atas izin Allah karena bertawakkal kepada Allah dan Nabi Muhammad pun juga. Jadi bisa kita tarik kesimpulan bahwa salah satu kunci menjadi seorang muslim yang kuat adalah selalu yakin dan bertawakkal pada Allah. Setelah kita berusaha semaksimal mungkin kita tidak boleh lupa berdoa dan bertawakkal ya Ikhwah. Tetap semangat!

©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017


TAUSIYAH-KU (Jumat, 07 April 2017)

 Ikhwafillah, kita dapat mengetahui dari dalam keimanan kita melalui Hadist riwayat muslim dari Shuhaib, sesungguhnya Rasulullah saw .bersabda,


عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير، إن أصابته سراء شكر فكان خير له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراله، و ليس ذلك لأحد إلا للمؤمن .
"Sungguh mengagumkan urusan orang yang beriman, karena seluruh urusannya merupakan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka syukur adalah kebaikan baginya. Jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka sabar itu merupakan kebaikan baginya. Hal seperti ini tidak akan didapati pada seseorang kecuali orang yang beriman"

Allah telah menyiapkan segala rencana kebaikan bagi kita, selalu menjadikan kita untuk tetap tersenyum bahagia, karena kita telah dijanjikan kebaikan walaupun itu dalam kesenangan maupun dalam kesulitan sekalipun , yang dalam pandangan manusia itu mungkin begitu nelangsa.

Sungguh kebahagiaan haqiqi kuncinya terdapat pada keimanan.
Kita tidak akan pernah merasa sedih, galau, gelisah, maupun khawatir.
Bagi Allah selama kita sabar dan bersyukur itu sangat baik. Kesulitan bukan berarti Allah menghukum kita, tetapi Allah itu hanya menguji keimanan kita dan hanya cinta.

Jadi kita selalu berprasangka baik kepada Allah ketika mendapat cobaan, karena Allah sudah memiliki rencana yang terbaik untuk kita, dan jika kita tetap bersabar dan bersyukur, pahala yang akan menjadi ganjarannya.

©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017



TAUSIYAH-KU (Sabtu, 08 April 2017)


Ikhwahtifillaah, lima kali dalam sehari kita senantiasa melaksanakan solat untuk memenuhi panggilan Allaah Subhannahu Wata'ala.
Namun, seringkali kita lalai dalam solat.

Perhatikan firman Allaah, berikut ini ...

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَﻻتِهِمْ سَاهُون
( سورةالماعون : ٤-٥)
"Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya."

Sungguh rugi seorang yang menghabiskan waktunya untuk solat tapi masih saja celaka. Siapakah mereka? Dalam ayat ini Allah menyebut orang-orang yang celaka adalah yang lalai terhadap solatnya bukan yang lalai di dalam solatnya. Atau dalam bahasa arab Allaah menyebutkan

الَّذِينَ هُمْ عَن صَﻻتِهِمْ سَاهُونَ

Bukan,

الَّذِينَ هُمْ في صَﻻتِهِمْ سَاهُونَ

Kenapa demikian?

Jika yang celaka dalam ayat ini adalah orang yang lalai di dalam solat, berapa banyak orang yang akan celaka?
Tentu hampir semua orang merasakan gangguan dalam solat sehingga ia lalai.
Namun, yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah mereka yang meremehkan waktu solat. Menunda-nunda ketika ingin melaksanakannya. Mendahulukan urusan lain daripada solatnya. Merekalah orang yang solat namun celaka.

Na'udzubillaahi min dzalik, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang solat tetapi celaka.

Semangat SAW! (Solat Awal Waktu).

©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017



TAUSYIAH-KU (Minggu, 09 April 2017)
 
















Assalamualaikum, semoga semua dalam lindungan Allah SWT.
Berbuat baik merupakan salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Karena dengan berbuat baik, kita telah melakukan tolong-menolong yang dapat membantu saudara kita.
Hal tersebut, sangat dianjurkan seperti pada hadits berikut ini.

💫Berbuat baik dalam segala urusan.

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ .

[رواه مسلم]

Terjemahan Hadits:

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.

(Hadits Riwayat Muslim)
.
Hadits di atas menyatakan bahwa berbuatlah baik dalam segala urusan. Semoga jika kita berbuat baik ke sesama, segala urusan kita dipermudah oleh Allah SWT.
Aamiin ya rabbal alamin.
.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar