Hukum Celana Isbal
TAUSIYAH-KU
HUKUM CELANA ISBAL
Ikhwatifillaah, sudahkah kita tahu apa itu isbal ?
Ditujukan untuk siapa isbal tersebut ?
Lalu, bagaimana hukum isbal ?
Berikut
adalah penjelasannya... Diriwayatkan dari Abu Dzarr radhiallahu'anhu
dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda :
((
ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ
إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ.))
قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِe ثَلاَثَ مِرَارًا. قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ
يَا
رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (( الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ
سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ.))
“Ada tiga golongan yang tidak akan
diajak bicara oleh Allah pada hari Kiamat kelak, tidak diperhatikan,
tidak disucikan dan mereka akan mendapat siksa yang sangat pedih. ” Ia
berkata : “ Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengucapkannya
sebanyak tiga kali. "
”Abu Dzarr bertanya: “Sungguh sangat jelek dan merugi mereka itu. Siapa mereka itu wahai Rasulullah? "
”
Beliau menjawab : “ Musbil (orang yang menjulurkan kain hingga di bawah
mata kaki), orang yang gemar mengungkit kebaikan yang telah ia berikan
dan seorang yang menjual dagangannya dan bersumpah dengan sumpah palsu. ”
Isbal
termasuk salah satu dosa besar dan perbuatan keji. Oleh karena itu
orang yang memakai pakaian isbal berhak mendapat hukuman dengan tidak
mendapat perhatian dari Allah pada hari kiamat nanti, tidak akan
mensucikannya dan untuknya siksaan yang pedih.
Demikian
juga halnya dengan kain yang berada di bawah mata kaki hingga tumit akan
mendapat siksaan karena pemilik pakaian tersebut telah melakukan isbal.
Isbal saja sudah termasuk kategori sombong bahkan
isbal itu sendiri disebut sombong. Oleh karena itu seorang laki-laki
tidak boleh menjulurkan kainnya melewati mata kaki. Lalu ia berkata:
“Aku melakukan ini bukan karena sombong.” Sebab larangan itu tertuju
pada lafazh sehingga muncul ketetapan hukum. Memanjangkan kain sudah
menunjukkan kesombongan dan kecongkakannya kepada Allah Subhanahu
Wata'ala dan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam walaupun tidak ada
niat sombong dalam hatinya.
© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar