*
Jangan Cintai Dunia Secara Belerbihan*
Ikhwatifiillah, Dunia hanyalah tempat persinggahan. Kehidupan yang sesungguhnya adalah akhirat.
Jadi, untuk apa mencintai dunia dengan berlebih lalu melupakan akhirat ?
Jadi, untuk apa mencintai dunia dengan berlebih lalu melupakan akhirat ?
Allah Subhanahu wa ta'la mengingatkan kepada para hambanya
yang melampaui batas dan berlebihan serta mengutamakan kehidupan dunia,
sebagaimana firman-Nya :
فَأَمَّا مَن طَغَى
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى
فَأَمَّا مَن طَغَى
وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى
_"Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)."_
(Qs. An Naazi’aat : 37-39 )
(Qs. An Naazi’aat : 37-39 )
Kemewahan dunia memang sangat menarik namun jangan sampai
tertipu oleh kemilau dunia tersebut, akan hal ini Nabi Muhammad
shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
Cinta dunia Pangkal dari malapetaka.
Cinta dunia Pangkal dari malapetaka.
Cinta dunia dan takut mati adalah dua hal yang menyebabkan
umat Islam tidak bermartabat, dan dalam sebuah hadits , Nabi
shalallahu’alaihi wa sallam menyebut “Penyakit umat”, karena penyakit
itu, umat Islam menjadi seperti buih di lautan yang terombang-ambing
ombak. Mereka tidak punya pendirian, mengorbankan idealisme, bersikap
pragmatis bahkan oportunistis, terbawa arus, dan menyimpang dari jalan
yang sudah digariskan Allah.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar