Ikhwahfillah, menuntut ilmu atau mempelajari ilmu adalah
kewajiban kita hingga akhir hayat kita. Tapi ada yang perlu kita
perhatikan dalam mempelajari atau mengerjakan sesuatu.
1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ
عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ
الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya ia
niatkan untuk mengharap wajah Allah ‘azza wa jalla, namun ia malah
niatkan untuk menggapai dunia, maka di hari kiamat ia tidak akan mencium
bau surga” (HR. Abu Daud no. 3664 dan Ibnu Majah no. 252, dari Abu
Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
2. Asy Syarbini –penulis Mughnil Muhtaj- berkata,
“Ketahuilah bahwa keutamaan mempelajari ilmu Islam yang
kami sebutkan berlaku bagi orang yang ikhlas mengharapkan wajah Allah
Ta’ala dalam mencarinya. Jadi ilmu tadi dicari bukan untuk mendapatkan
tujuan dunia seperti harta, kekuasaan, kedudukan, keistimewaan,
kesohoran atau semacam itu. Tujuan dunia semacam ini sungguh tercela.”
3. Allah Ta’ala berfirman,
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan
kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki
keuntungan di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan
dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy
Syura: 20)
Ikhwah, kita yang sedang menempuh pendidikan merupakan
kegiatan yang mulia yaitu mempelajari ilmu. Dalam mempelajari ilmu, kita
sering dilanda rasa cemas. Memikirkan bagaimana masa depan, pekerjaan
nanti. Padahal untuk itu perlu diingat niat kita. Jika hanya untuk
mengejar urusan pekerjaan atau dunia yang kita dapat hanyalah dunia
semata. Padahal jika niat kita untuk Allah maka semua akan menjadi lebih
ringan. Karena jika kita mengejar sesuatu untuk Akhirat maka Allah akan
memberi keuntungan baik di Akhirat dan dunia. Yuk, perbaiki niat,
Ikhwah!
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar