Bukti Seseorang Merasakan Manisnya Iman
Assalamualaikum ikhwahfillah, kita sebagai seorang hamba pasti cinta dan sayang terhadap sang pencipta, Allah swt.
.
Lalu bagaimana agar kita dapat merasakan kecintaan tersebut terhadap Allah swt.?
.
Salah satunya melalui iman, berikut ini penjelasannya


.
Seseorang akan merasakan manisnya iman bermula manakala di dalam hatinya terdapat rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya, manisnya akan semakin dirasakan bila seseorang berusaha untuk senantiasa menyempurnakan cintanya kepada Allah, memperbanyak cabang-cabangnya (amalan yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala.) dan menangkis hal-hal yang bertentangan dengan kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
.
Lalu bagaimana agar kita dapat merasakan kecintaan tersebut terhadap Allah swt.?
.
Salah satunya melalui iman, berikut ini penjelasannya
.
Seseorang akan merasakan manisnya iman bermula manakala di dalam hatinya terdapat rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya, manisnya akan semakin dirasakan bila seseorang berusaha untuk senantiasa menyempurnakan cintanya kepada Allah, memperbanyak cabang-cabangnya (amalan yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala.) dan menangkis hal-hal yang bertentangan dengan kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Apa buktinya bila seseorang telah merasakan manisnya Iman?
Buktinya, ia akan selalu mengutamakan kecintaanya kepada
Allah daripada mementingkan kesenangan dan kemegahan dunia, seperti
bersenang-senang dengan keluarga, lebih senang tinggal di rumah
ketimbang merespon seruan dakwah dan asyik dengan bisnisnya tanpa ada
kontribusi sedikitpun terhadap kegiatan jihad di jalan Allah Subhanahu
Wa Ta'ala.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Taubah : 24
“Katakanlah: “Jika bapa-bapak, anak-anak , saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu
sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari
berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
Keputusan-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
fasik.”
Memprioritaskan kecintaan kepada Allah akan melahirkan perasaan ridha
Bila seseorang senantiasa mengutamakan kecintaan kepada
Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya, daripada kepentingan dirinya
sendiri, maka akan lahirlah sikap ridha terhadap Allah sebagai Rabbnya,
Islam sebagai din-nya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasulnya.
Keridhaannya itu dibuktikan dengan selalu menghadiri
halaqahnya, terlibat dengan kegiatan dakwah di lingkungannya dan
menginfakkan sebagian harta dan waktunya untuk kemaslahatan tegaknya
agama Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar