TAUSYIAH-KU
*MANFAAT-MANFAAT BERKURBAN*
Ikhwafillah,
dengan segala keimanan dan pengetahuan yang kita miliki, bahwa ternyata
terdapat banyak hikmah dan manfaat dari berkurban, dan semuanya telah
disyariatkan kedalam beberapa hadist maupun nasihat.
Ikhwah,Sudah tidak terasa bahwa umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha 1438 Hijriyah /2017.
Idul
Adha juga seringkali disebut sebagai Idul Kurban, karena pada hari raya
tersebut umat muslim merayakan kemenangan dengan berkurban.
Serta
impahan rasa syukur atas nikmat yang telah diperoleh dapat diwujudkan
salah satunya dengan berkurban. Tak hanya mengharapkan ridho Allah,
tentunya berkurban juga memiliki banyak hikmah.
Berikut hikmah yang dapat diambil dari berkurban:
Dibawah ini merupakan salah satu hadist nmaupun nasihat mengenai manfaat nya berkurban pada hari Idul Adha:
1. Bersyukur atas nikmat hidup dari Allah SWT
Hidup
dengan tubuh yang sehat dan rezeki yang mencukupi adalah nikmat
terbesar yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan berkurban, rasa syukur
atas limpahan rezeki yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT dapat
terwujud.
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Ibadah kurban menjadi bentuk ketaqwaan kita terhadap Allah SWT karena perintah berkurban telah termaktub dalam Al-quran.
Dalam
hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah pun menjelaskan hal
tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mendapati dirinya dalam
keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka jangan sekali-kali
mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Berkurban lebih baik dari sedekah senilai hewan kurban
Ibnu
Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih
afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.
Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamuttu’ dan qiron
meskipun
dengan sedekah yang bernilai lipat ganda, tentu tidak bisa disamakan
dengan udhiyah (berqurban). (Shahih Fiqh Sunnah 2 : 379).
4. Menguatkan
Solidaritas sesama umat islam
Berkurban dilakukan oleh orang yang mampu dan akan dinikmati oleh orang yang kurang mampu.
Jadi,
Dengan berkurban, seseorang dapat memupuk rasa kepedulian terhadap
sesama, dan akan terjalin pula sikap solidaritas yang kuat di antara
pemberi maupun penerima kurban, serta menjadi penguat tali persaudaraan
dan silaturahimi antara sesama umat islam di negara indonesia muapun
diseluruh dunia.
5. Meneladani Kesabaran dan Kecintaan keluarga Ibrahim
A.S kepada Allah SWT*
Maka tatkala anak itu sampai
(pada umur sanggup) berusaha bersama-sama nabi Ibrahim A.S, nabi Ibrahim
A.S berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai
Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu
akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shaffat: 102)
6. Mensucikan Rezeki yang kita miliki
Rezeki yang
telah kita peroleh tidaklah mutlak untuk diri kita sendiri, di sebagian
harta kita, ada hak orang lain yang membutuhkan.
Allah menganjurkan kita untuk bersedekah dan mengingat sesama.
kurban juga merupakan bentuk sedekah dalam arti yang lebih luas, karena
dengan berkuban, orang lain pun dapat merasakan kebahagiaan atas apa
yang telah kita dermakan.
7. Mengembangkan Usaha Ternak Lokal menjadi
lebih makmur
Idul Adha (Qurban) juga memiliki andil dalam membudidayakan hewan ternak.
Idul
Adha (Qurban) yang dirayakan setiap satu tahun sekali ini dapat menjadi
ladang usaha bagi para peternak sapi, kerbau, kambing, dan domba. Dari
perayaan Idul Adha (Qurban) ini, para peternak dapat memasarkan hewan
ternaknya dalam jumlah yang lebih banyak dibanding pada hari-hari
biasanya dan membuat peternak menjadi lebih makmur sejahtera dan menjadi
lebih bersemnagat dalam menjalani pekerjaannya.
Jadi
marilah kita berqurban jika mampu sebagai bentuk rasa syukur, beriman ,
bertaqwa, dan juga menjadi salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Seperti yang sudah dijelaskan didalam surat Al-Kautsar, yaitu:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).
© MCNR FSIKU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar