TAUSIAH-KU
✨Nikmat✨
_"Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”._ (HR Bukhari, no. 5933)
Ikhwatifillaah,
Hendaklah kita selalu mengingat-ingat kenikmatan Allah yang berupa
kesehatan, kemudian bersyukur kepada-Nya, dengan memanfaatkannya untuk
ketaatan kepada-Nya. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi.
.
.
Al
Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan: _“Kenikmatan adalah keadaan
yang baik. Ada yang mengatakan, kenikmatan adalah manfaat yang
dilakukan dengan bentuk melakukan kebaikan untuk orang lain”._
(Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, penjelasan hadits no. 5933)
.
.
Ibnul
Jauzi rahimahullah menjelaskan : “Kadang-kadang manusia itu sehat,
tetapi dia tidak longgar, karena kesibukannya dengan mencari
penghidupan. Dan kadang-kadang manusia itu cukup (kebutuhannya), tetapi
dia tidak sehat. Maka jika keduanya terkumpul, lalu dia dikalahkan oleh
kemalasan melakukan kataatan, maka dia adalah orang yang tertipu.
Kesempurnaan itu adalah bahwa dunia merupakan ladang akhirat, di dunia
ini terdapat perdagangan yang keuntungannya akan nampak di akhirat.
Barangsiapa menggunakan waktu luangnya dan kesehatannya untuk ketaatan
kepada Allah, maka dia adalah orang yang pantas diirikan. Dan
barangsiapa menggunakan keduanya di dalam maksiat kepada Allah, maka dia
adalah orang yang tertipu. Karena waktu luang akan diikuti oleh
kesibukan, dan kesehatan akan diikuti oleh sakit, jika tidak terjadi,
maka itu (berarti) masa tua (pikun).
.
.
Imam
Al Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas, bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda menasihati seorang laki-laki :
_”Ambillah
kesempatan lima (keadaan) sebelum lima (keadaan). (Yaitu) mudamu
sebelum pikunmu, kesehatanmu sebelum sakitmu, cukupmu sebelum fakirmu,
longgarmu sebelum sibukmu, kehidupanmu sebelum matimu.”_ (HR. Al Hakim)
Maka sepantasnya kita bersegera beramal shalih sebelum kedatangan perkara-perkara yang menghalanginya.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar