أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Kamis, 28 September 2017

Tinggalkan Maksiat

TAUSIAH-KU


*KESUSAHAN*
 
Assalammua’laikum ikhwafillah, dengan keimanan dan ilmu yang kita miliki, kita dapat mengetahui,, memahami, dan mengamalkan yaitu dengan Meninggalkan segala perbuatan Maksiat yang mungkin kita telah lakukan, maka dari itu tinggalkanlah! Mungkin itu akan menjadi satu jalan keluar untuk kalian dari sebuah masalah maupun kesusahan dan insya Allah kita akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mendapatkan kesulitan maka beliau segera shalat.
Allah Subhanallahu ta’ala telah berfirman,
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’." *(QS. Al-Baqarah: 45)*


Shalat dan minta tolonglah kepada Allah ta'ala terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Setelah itu bersabarlah menghadapi masalah dan kesusahan yang sedang menimpa.
Sebagian menyatakan bahwa sabar dalam ayat ini maksudnya adalah menahan diri dari maksiat.
Umar bin Al-Khattab radliallahu ‘anhu dan Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan bahwa sabar itu terdapat dua macam.
Pertama, sabar dalam menghadapi musibah.
Dan yang kedua, sabar yang lebih baik dari itu adalah sabar dalam meninggalkan yang Allah haramkan. (Di tafsir Al-‘Azhim, 1: 380) 

 
Jadi di antara jalan keluar dari masalah dan kesusahan adalah bertaubat dan meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat
Hudzaifah bin Al-Yaman berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapati kesulitan dalam suatu urusan, beliau segera mengerjakan shalat. (HR. Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Jadi, disaat kita mendapat kan sebuah kesulitan, segeralah shalat dan berdoa untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT.


©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar