TAUSIAH-KU
*KESUSAHAN*
Assalammua’laikum
ikhwafillah, dengan keimanan dan ilmu yang kita miliki, kita dapat
mengetahui,, memahami, dan mengamalkan yaitu dengan Meninggalkan segala
perbuatan Maksiat yang mungkin kita telah lakukan, maka dari itu
tinggalkanlah! Mungkin itu akan menjadi satu jalan keluar untuk kalian
dari sebuah masalah maupun kesusahan dan insya Allah kita akan
mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika mendapatkan kesulitan maka beliau segera shalat.
Allah Subhanallahu ta’ala telah berfirman,
وَاسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى
الْخَاشِعِينَ "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang
yang khusyu’." *(QS. Al-Baqarah: 45)*
Shalat dan minta tolonglah kepada
Allah ta'ala terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Setelah itu
bersabarlah menghadapi masalah dan kesusahan yang sedang menimpa.
Sebagian menyatakan bahwa sabar dalam ayat ini maksudnya adalah menahan diri dari maksiat.
Umar bin Al-Khattab radliallahu ‘anhu dan Hasan Al-Bashri rahimahullah menyatakan bahwa sabar itu terdapat dua macam.
Pertama, sabar dalam menghadapi musibah.
Dan
yang kedua, sabar yang lebih baik dari itu adalah sabar dalam
meninggalkan yang Allah haramkan. (Di tafsir Al-‘Azhim, 1: 380)
Jadi di antara jalan keluar dari masalah dan kesusahan adalah bertaubat dan meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat
Hudzaifah
bin Al-Yaman berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
ketika mendapati kesulitan dalam suatu urusan, beliau segera mengerjakan
shalat. (HR. Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya, dishahihkan oleh Ahmad
Syakir dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’
Ash-Shaghir)
Jadi, disaat kita mendapat kan sebuah
kesulitan, segeralah shalat dan berdoa untuk meminta petunjuk kepada
Allah SWT.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar