TAUSIAH-KU
*KEMAHIRAN MENGENDALIKAN JIWA*
Assalammualaikum
ikhwafillah, dengan keimanan dan ilmu yang kita miliki, kita dapat
mengetahui dan memahami bahwa penting nya mengendalikan jiwa kita dalam
keadaan apapun maupun di saat suasana hati kita sedang sangat tidak
baik, dalam beragama kita wajib untuk mengendalikan jiwa kita agar tidak
tumbuhnya emosi kita yang tidak baik, TETAPI ada suatu emosi yang kita
perlukan untuk BERJIHAD dalam membela Agama Islam namun tetap ada
kontrolnya, ada salah satu hadist mengenai mengendalikan jiwa, yaitu:
عَنْ
أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا
تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ
الْبُخَارِيُّ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang
laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah
aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu
mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR. Bukhari)
Semua
dari kita pasti memiliki emosi dan batas kesabaran, oleh karena itu
dengan marah ini lah kita dapat menegakkan al amr bil ma’ruf wan nahi
anil munkar, dengan marah ini pula lah kita dapat menegakkan jihad fi
sabilillah, begitu pula ketika kita melihat dan mendengar bahwa Islam
dilecehkan. Namun tentunya kita harus kendalikan amarah tersebut dengan
cara yang baik.
© MCNR FSIKU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar