أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 28 Oktober 2017

Mengendalikan Jiwa

TAUSIAH-KU


*KEMAHIRAN MENGENDALIKAN JIWA*
 
Assalammualaikum ikhwafillah, dengan keimanan dan ilmu yang kita miliki, kita dapat mengetahui dan memahami bahwa penting nya mengendalikan jiwa kita dalam keadaan apapun maupun di saat suasana hati kita sedang sangat tidak baik, dalam beragama kita wajib untuk mengendalikan jiwa kita agar tidak tumbuhnya emosi kita yang tidak baik, TETAPI ada suatu emosi yang kita perlukan untuk BERJIHAD dalam membela Agama Islam namun tetap ada kontrolnya, ada salah satu hadist mengenai mengendalikan jiwa, yaitu:

 
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR. Bukhari)

 
Semua dari kita pasti memiliki emosi dan batas kesabaran, oleh karena itu dengan marah ini lah kita dapat menegakkan al amr bil ma’ruf wan nahi anil munkar, dengan marah ini pula lah kita dapat menegakkan jihad fi sabilillah, begitu pula ketika kita melihat dan mendengar bahwa Islam dilecehkan. Namun tentunya kita harus kendalikan amarah tersebut dengan cara yang baik.


© MCNR FSIKU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar