أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Rabu, 27 Juni 2018

KARYA-KU: Puisi

Kudengar riuh rendah,

Rek Ayo Ngaji!



Berjalan ringan di trotoar Tunjungan

memungut sisa huruf,

Dan kutunggu bedug menyapa.


Senandung ini tak sepi seperti dulu

riuh gemuruh kalam merdu-Nya

saling bersautan

dari surau desa

ke masjid perkotaan


Akan ku sebrangi ramadhan ini

di tengah jelagat dosa puluhan purnama kemarin

Menanam bunga-bunga

Kelak mekar menjadi gedung tinggi,

dalam kecantikan paras surgawi

sulurnya mengangkatku

menjadi perawan lailatul qodar.


Di angkasa Kau,

senandung kalam tartil yang ku baca terjun bebas

Membiarkan diri terjatuh

melawan udara

meninggalkan terik

dari jejak matahari


Di singgasananya,

ribuan doaku dan doa mereka terjeda.

Dan jatuh berserakan,

tepotong kecil-kecil

 terguyur tangis pedas: rujak cingur.


Membiarkan ingatan bercucur airmata,

disaat kau mulai pergi melengkangi ku

Aku dibuat remuk redam

oleh pesona asma-Nya



Dini hari, 19 Mei 2018

Zhlthfh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar