أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Kamis, 23 Juni 2016

Menuntut Ilmu V


TAUSIYAH-KU
 


ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَﻭ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﺇِﻧْﺘِﺰَﺍﻋًﺎ ﻳَﻨْﺰِﻋُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ
ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺘْﺮَﻙْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺇِﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺭُﺅُﻭْﺳًﺎ ﺟَﻬْﻠًﺎ ﻓَﺴْﺌَﻠُﻮْﺍ ﻓَﺎﻓْﺘُﻮْﺍ
ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮْﺍ ﻭَ ﺍَﺿَﻠُّﻮْﺍ (ﺍَﺧْﺮَﺟَﻪُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯْ )

Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencabutnya dari manusia tetapi Allah mengambil ilmu dengan cara mengambil para ulama, sehingga jika Dia tidak meninggalkan seorang alim, maka orang-orang menjadikan pemimpin mereka orang-orang yang bodoh, lalu mereka ditanya maka mereka menjawab tanpa dengan ilmu, jadilah mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhori)

Keberadaan para ulama sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan umat ke jalan hidayah, dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadits serta pemahaman para generasi as-salafus shalih. Mereka adalah orang-orang terpercaya, pewaris para Nabi, yang mengembang tugas besar menjaga agama Islam dari berbagai penyelewengan dan penyimpangan.
Jika semua ulama diambil oleh Allah, lalu tidak ada penerus dari mereka, apa yang akan terjadi? Betapa mengerikannya jika di bumi ini hanya tersisa orang-orang bodoh, orang-orang yang menyesatkan orang yang awam terhadap Islam dan mengacaukan mereka yang masih belajar Islam.

Kemudian, tanpa ada ulama sebagai pembimbing, negara akan dipimpin oleh orang yang tak berilmu, yang menjawab segala permasalahan dengan nafsu karena ada keuntungan untuknya, tetapi merugikan orang-orang yang dipimpinnya.

Allah menunjukan pentingnya ilmu. Ilmu yang dibawa oleh orang-orang yang benar-benar memahaminya, yaitu para ulama. Sehingga bukan dengan menghilangkan ilmu yang ada pada manusia, tetapi dengan mengambil mereka yang paham betul dengan ilmu. Pelajaran yang dapat kita ambil dari sini adalah, selagi kita sadar akan pentingnya ilmu, selagi kita masih bersama orang-orang yang paham dengan ilmu, manfaatkanlah waktu yang ada untuk mengkaji ilmu bersama mereka yang paham. Karena kita tidak tahu kapan orang-orang yang paham ilmu dengan benar akan diambil oleh Allah. Tentu kita tidak ingin mereka diambil ketika kita baru sangat sedikit sekali memahami apa yang sedang kita pelajari.

© MCNR FSI-KU FBS UNJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar