أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 17 Desember 2016

Ayo Jadi Baik II

TAUSIYAH-KU

Foto Fsiku Fbs Unj. Keseimbangan makan
عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Dari Ma’dikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda “Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)

Dari hadits diatas, jelaslah bahwa kita ini tidak boleh berlebihan dalam hal makanan. Mengingat bahwa sekarang ini, banyak manusia seperti sudah mendewakan makanan, makan melebihi kadar porsi seharusnya dan walhasil makanan tidak habis dimakan dan juga terbuang.

Makanan diperlukan untuk menambah tenaga kita, agar dapat bertebaran dan menuai kembali manfaat di muka bumi. Bukan untuk melampiaskan nafsu kita ketika tengah lapar. Membeli segala jenis rupa untuk dimakan sekaligus. Padahal uang kita masih bisa dipergunakan untuk hal yang lebih bermanfaat lagi.
Kita dapat makan dan minum hanya sepertiga dari seharusnya, juga untuk bernafas. Karena Nabi pun menganjurkan agar "Berhenti Sebelum Kenyang". Maka lakukanlah sewajarnya saja. Moga Allah selalu menolong kita dari kemaksiatan. Aamiin.

© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar