Ikhwahfillah, pasti pernah merasa berbolak balik perasaannya, kan? Ya, seperti rasa tenang dan cemas.
Ikhwahfillah, ternyata berbolak baliknya hati antara sakit dan sehatnya itu tergantung menu yang disantapnya.
Hati yang sakit yang belum mati, maka menuju kematian dengan kebodohannya yang mutlak.
Dan hati akan terkena penyakit dengan salah satu macam dari kebodohan.
Sehingga hati bisa saja mati atau sakit ataupun sehat.
Sehingga hati bisa saja mati atau sakit ataupun sehat.
Hidupnya hati, matinya, sakitnya dan sehatnya lebih dahsyat daripada hidupnya badan, matinya, sakitnya ataupun sehatnya.
Oleh karena itu hati yang sakit ketika terkena serangan syubhat dan syahwat akan semakin kronis penyakitnya.
Sedangkan hati jika mendapatkan ilmu dan nasehat hal itu menjadi sebab baik dan sehatnya.
Allah berfirman,
(لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ
الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ)
"Agar Dia (Allah) menjadikan apa yang dimasukkan oleh
syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada
penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim
itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat."
[Al-Hajj : 53]
[Al-Hajj : 53]
Yang demikian itu (bisikan setan), akan mewariskan syubhat disisi mereka.
Dan orang yang kasar hatinya akan menjadi kering kerontang.
Mereka itu adalah oarang-orang yang lemah hatinya karena penyakit, sehingga apasaja yang dibisikkan setan menjadi fitnah bagi mereka.
Dan mereka yang keras hatinya dari beriman, maka hal itu menjadi fitnah bagi mereka.
Dan orang yang kasar hatinya akan menjadi kering kerontang.
Mereka itu adalah oarang-orang yang lemah hatinya karena penyakit, sehingga apasaja yang dibisikkan setan menjadi fitnah bagi mereka.
Dan mereka yang keras hatinya dari beriman, maka hal itu menjadi fitnah bagi mereka.
Allah berfirman,
(لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي
قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ
بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا)
"Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik,
orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang
menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami
perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi
tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar"
[Al-Ahzab : 60]
[Al-Ahzab : 60]
Demikian pula firmannya,
(وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ ..ِ)
"...dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit (mengatakan)..."
[ Al-Muddatstsir : 31]
Belum mati hati mereka seperti kematian hati orang kafir dan orang munafik, namun tidak pula sehat hatinya seperti sehatnya hati orang yang beriman, bahkan didalam hatinya ada penyakit syubhat dan syahwat.
[ Al-Muddatstsir : 31]
Belum mati hati mereka seperti kematian hati orang kafir dan orang munafik, namun tidak pula sehat hatinya seperti sehatnya hati orang yang beriman, bahkan didalam hatinya ada penyakit syubhat dan syahwat.
Hal ini serupa dengan ayat,
(.. فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ..)
"...sehingga berkeinginanlah (untuk berbuat keji) orang yang ada penyakit dalam hatinya .."
[Al-Ahzab : 32]
[Al-Ahzab : 32]
Dan itu adalah penyakit syahwat.
Sedangkan hati yang sehat seandainya tampak didepannya wanita maka dia tidak akan menolehkan pandangan kepadanya.
Berbeda dengan hati yang sakit dengan syahwat, disebabkan karena lemahnya dia akan condong kepada apasaja yang terlihat didepan matanya (dari wanita) sebatas kekuatan sakit dan lemahnya, sehingga ketika mendengar suara yang merdu saja akan terbangkitkan syahwatnya.
Wallahu a'lam
Sedangkan hati yang sehat seandainya tampak didepannya wanita maka dia tidak akan menolehkan pandangan kepadanya.
Berbeda dengan hati yang sakit dengan syahwat, disebabkan karena lemahnya dia akan condong kepada apasaja yang terlihat didepan matanya (dari wanita) sebatas kekuatan sakit dan lemahnya, sehingga ketika mendengar suara yang merdu saja akan terbangkitkan syahwatnya.
Wallahu a'lam
Ikhwahfillah, dari sini kita bisa tahu betapa bahayanya
sakitnya hati dan apa yang harus kita hindari agar hati kita tidak
terserang penyakit-penyakit kronis diatas. Yakni salah satunya dengan
mendapatkan ilmu dan nasehat hal itu menjadi obat sehatnya hati.
Karena sesungguhnya sakitnya hati lebih dahsyat dari
sakitnya badan. Tempatnya niat dihati. Segala perbuatan atau ibadah kita
dinilai dari niat. Jika niatnya baik maka yang akan kita petik berbuah
baik.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar