Nabi
Muhammad SAW ternyata pernah merasakan duka dan pedih yang lebih besar dan
beliau rasakan selama sepuluh tahun setelah menjadi Rasulullah SAW. Yakni
disaat kedua orangtuanya wafat. Mendengar kabar tersebut, para musyrikin
Quraisy makin gencar memusuhi Rasulullah SAW. Beliau tak henti mendapat
perlakuan buruk dari kaum Quraisy. Hingga beliau teringat akan saudaranya di Thaif
sebagai pemegang kekuasaan dan Beliau pun hijrah ke Thaif. Sesampainya di
kediaman orang yang ditujunya, beliau ingin menyambung tali silaturahmi kembali
dengan mereka dan mengenalkan Islam pada mereka supaya mereka mengikuti yang
telah diserukannya. Namun, mereka tidak menerima yang telah diserukan beliau.
Mereka mengusir bahkan menyeru penduduk sekitar Thaif untuk mengeroyok beliau.
Akhirnya, Beliau pun pergi dari tempat tersebut.
Rasul memutuskan untuk tidak memasuki
Mekkah dulu sebelum yakin benar akan keselamatan jiwa dan keberhasilan
dakwahnya. Beliau mengirim pesan pada Muth’am bin Adly untuk meminta
perlindungan melaksanakan dakwahnya. Muth’am pun memerintahkan para putranya
agar mempersenjatai diri dan berjaga di sudut Ka’bah.
Setibanya
di Ka’bah, Rasul pulang dengan dikawal Muth’am. Lalu beliau melanjutkan dakwahnya
dan menyampaikan risalah Ilahi. Saat beliau tengah giatnya meneruskan
perjuangan, terjadilah peristiwa Isra Mi’raj.
Arti
Isra Mi’raj ialah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari alam bawah (bumi) ke alam
atas (langit) sampai tujuh petala langit dan terakhir menuju Sidratil Muntaha
yakni dari Masjidil Haran menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke
alam atas melalui beberapa planet yang bertingkat-tingkat lalu naik ke baital
makmur, ke Sidrotil Muntaha dan terakhir ke Arsy dan Qaursy dimana beliau
menerima wahyu Allah SWT yang mengandung perintah sholat 5 waktu.
Nah,
itulah ulasan singkat mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Tahun Duka
Cita hingga Peristiwa Isra Mi’raj. Semoga kita diberikan kesempatan lebih
banyak membaca sejarah dari Rasulullah SAW yaa.
Wassalamu’alaikum
warahmatullah wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar