أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 29 Juli 2017

Bacaan Basmallah

TAUSYIAH-KU


✨Bacaan Basmalah✨

Ikhwatifillah, seringkali kita temui seseorang yang ketika membaca al-Qur'an tidak membaca basmalah, hanya ta'awudz lalu ayat. Apakah betul demikian ?

Simak penjelasannya, berikut ... 👉Pertama, setiap membaca al-Quran, yang dimulai dari bagian manapun, kita dianjurkan membaca ta’awudz. Sehingga sebisa mungkin, ta’awudz tidak ditinggalkan. Karena ini perintah yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
_“Apabila kamu membaca al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”_ (QS. An-Nahl: 98) 👉Kedua, menurut mayoritas ulama, bacaan basmalah dianjurkan ketika kita membaca al-Quran dimulai dari awal surat. Dalilnya, hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidur sambil tersenyum. Kamipun bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang membuat anda tersenyum?’ beliau bersabda, “Baru saja turun kepadaku satu surat.” Kemudian beliau membaca,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ
Bismillahirrahmanirrahiiim.. innaa a’thainaakal kautsar….....
(HR. Ahmad 12322, Muslim 921, dan yang lainnya). An-Nawawi mengatakan,
"Selayaknya dijaga untuk membaca bismillahirrahmanirrahim di setiap awal surat. Kecuali surat at-Taubah. Karena mayoritas ulama mengatakan, ini adalah satu ayat (khusus) yang ditulis di mushaf. Dan ayat ini ditulis di semua awal surat, kecuali at-Taubah." (at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, hlm. 81)

Namun jika kita membacanya di pertengahan surat, misalnya kita membaca surat al-Baqarah langsung dari ayat 183, maka tidak masalah baca basmalah, tapi jika hanya membaca ta’awudz dan langsung baca ayatnnya, tidak dicela.

Jadi, kita dianjurkan membaca basmalah di awal surat, baik ketika solat maupun di luar solat. Sebagaimana yang ditegaskan Imam Ahmad.
Beliau mengatakan "Jangan sampai ditinggalkan" ( Adab as-Syar'iyah) 


© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar