TAUSYIAH-KU
SUUDZON KEPADA SESAMA MUSLIM
Orang
yang bersifat suudzon selalu memandang buruk dalam segala hal. Seperti
Melihat orang tersenyum disangka mencibir, orang yang diam dikira
sombong, ada yang rajin infak, disangka berbuat Ria, orang yang selalu
rajin ke masjid dituduh alimunuddin atau orang yang alim, orang yang
bersikap kritis dianggap melawan, orang yang selalu mentaati perintah
diangap tidak kreatif dan tidak punya inisiatif, orang yang memberi
masukan dianggap membunuh karakter, dan sebagainya.
Jadi
kita harus sudah menyadari bahwa suudzon adalah perbuatan yang
termasuk dosa yang besar, di dalam Firman Allah: ”Hai orang-orang yang
beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian
dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang
dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara
kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” al-Hujurat: 12
Suudzon
ini merupakan penyakit yang berbahaya yang dapat menimpakan musibah
kebinasaan kepada masyarakat. Stigma buruk seperti contoh di atas
menyebabkan sebagian kalangan yang imannya lemah manjadi takut untuk
bersikap kritis dalam memperjuangkan kebenaran. Oleh karena itu upaya
untuk melemahkan semangat mengurangi kebatilan yang terus diupayakan.
Maha benar Allah yang telah menyatakan dalam firmannya: ”Hai orang-orang
yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita,
Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu itu.” QS. Al-Hujurat ayat 6
© MCNR FSI-KU FBS
UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar