أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Jumat, 21 Juli 2017

Stop Bullying!

TAUSYIAH-KU


Ikhwahfillah, seringkali kita mendengar kabar tentang bullying, sebelumnya apa itu bullying?
Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. (wikipedia)

Dan, Islam sangat melarang keras dan sangat tidak menganjurkan perilaku seperti ini. Sebagaimana penjelasan dalam sebuah firman Allah swt dalam surat Al-Hujurat ayat 11. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(Q.S. Al-Hujurat: 11)

Lalu Apa yang bisa kamu lakukan kalau di-bully? *Jangan bereaksi* ”Para pem-bully ingin tahu apakah mereka sudah berhasil bikin kita jadi benci sama diri sendiri,” *Jangan membalas* Pembalasan memperburuk masalah, bukan menyelesaikannya. *Jangan dekati masalah* Sebisa mungkin, hindari para pem-bully dan situasi di mana bullying bisa timbul.

Coba berikan tanggapan yang tak terduga.
Gunakan humor. Misalnya, jika si pem-bully bilang kamu kelebihan berat badan, kamu bisa mengangkat bahu dan berkata, ”Yaa, nanti deh aku kurusin dikit!” Pergi dari situ. ”Diam membuktikan kita dewasa dan lebih kuat dari orang yang mem-bully kita,” Berupayalah untuk percaya diri.

Beri tahu seseorang. Menurut sebuah survei, lebih dari setengah korban bullying di Internet tidak melaporkannya, mungkin karena malu (khususnya anak laki-laki) atau takut dibalas. 

..Tetapi ingat, kalau kita tetap bungkam, para pem-bully akan makin menjadi-jadi. Kalau kita buka mulut, itu bisa menjadi langkah pertama untuk menghentikan mimpi buruk itu. 

©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar