TAUSYIAH-KU
Ikhwahfillah, seringkali kita mendengar kabar tentang bullying, sebelumnya apa itu bullying?
Bullying
adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk
menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal ini dapat mencakup
pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan
dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu. Tindakan
penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik,
verbal, dan cyber. (wikipedia)
Dan, Islam sangat
melarang keras dan sangat tidak menganjurkan perilaku seperti ini.
Sebagaimana penjelasan dalam sebuah firman Allah swt dalam surat
Al-Hujurat ayat 11. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang
ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan
perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu
lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan
memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan
adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak
bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(Q.S. Al-Hujurat: 11)
Lalu
Apa yang bisa kamu lakukan kalau di-bully? *Jangan bereaksi* ”Para
pem-bully ingin tahu apakah mereka sudah berhasil bikin kita jadi benci
sama diri sendiri,” *Jangan membalas* Pembalasan memperburuk masalah,
bukan menyelesaikannya. *Jangan dekati masalah* Sebisa mungkin, hindari
para pem-bully dan situasi di mana bullying bisa timbul.
Coba berikan tanggapan yang tak terduga.
Gunakan
humor. Misalnya, jika si pem-bully bilang kamu kelebihan berat badan,
kamu bisa mengangkat bahu dan berkata, ”Yaa, nanti deh aku kurusin
dikit!” Pergi dari situ. ”Diam membuktikan kita dewasa dan lebih kuat
dari orang yang mem-bully kita,” Berupayalah untuk percaya diri.
Beri
tahu seseorang. Menurut sebuah survei, lebih dari setengah korban
bullying di Internet tidak melaporkannya, mungkin karena malu (khususnya
anak laki-laki) atau takut dibalas.
..Tetapi ingat, kalau kita tetap
bungkam, para pem-bully akan makin menjadi-jadi. Kalau kita buka mulut,
itu bisa menjadi langkah pertama untuk menghentikan mimpi buruk itu.
©MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar