أهلا وسهلا

أهلا وسهلا

Sabtu, 29 Juli 2017

Malu itu Sebagian dari Iman

TAUSYIAH-KU



Ikhwaah, pasti kita pernah merasa malu, bahkan ada diantara kita yang sering merasa malu, seperti saat maju di depan banyak orang alias demam panggung. Kita sering merasa bahwa hal seperti itu mengganggu, dan pastinya kita ingin menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri, bukan?

Tapi sebenarnya, malu sangat penting lho, karena malu bisa menghindarkan diri kita dari hal-hal negatif, seperti hadits yang sering kita dengar nih.. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ. “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.” Maksud malu di sini adalah malu yang dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan. Demikian juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang

.
Wallaahu a’lam.


 © MCNR FSIKU FBS UNJ 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar