TAUSYIAH-KU
Ikhwaah, pasti kita pernah merasa
malu, bahkan ada diantara kita yang sering merasa malu, seperti saat
maju di depan banyak orang alias demam panggung. Kita sering merasa
bahwa hal seperti itu mengganggu, dan pastinya kita ingin menjadi
pribadi yang lebih berani dan percaya diri, bukan?
Tapi
sebenarnya, malu sangat penting lho, karena malu bisa menghindarkan
diri kita dari hal-hal negatif, seperti hadits yang sering kita dengar
nih.. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, َاْلإِيْمَانُ
بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا
قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ
الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ. “Iman memiliki
lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi
adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah
menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu
cabang Iman.” Maksud malu di sini adalah malu yang dapat menjauhkan
dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan. Demikian
juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji
kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini
sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang
.
Wallaahu a’lam.
© MCNR FSIKU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar