TAUSYIAH-KU
Mengapa menjadi memiliki sifat yang sombong?
Apa mungkin karena merasa lebih kaya?
Apa karena merasa lebih sukses dari yang lain ?
Apa karena merasa lebih pintar dari yang lain?
Apa karena merasa lebih cantik/tampan dari yang lain?
Atau merasa yang lebih shalih dari yang lain?
Ikhwafillah dengan keimanan kita, kita dapat memahami cerita sebagai berikut yang kita dapat ambil amanahnya.
Sungguh
tak ada yg patut kita sombongkan, karena semua yg kita miliki adalah
milik Allah, diri kita sendiri pun hanya milik Allah, yang kapan saja
Allah.SWT dapat mengambil segala nikmat-nikmat Nya dari kita.
Allah
tidak memutuskan sama sekali bahwa kita adalah orang yg terbaik.
Kehidupan kita setelah hari ini tidak ada yg tahu, apakah kita besok
masih istiqamah? Manusia hanya melihat dari zhahir, sedangkan Allah
melihat dari batin. Dan tiada daya upaya melainkan karena Allah?
Ada
suatu kisah, ketika berperang melawan kaum kafir seorang sahabat
memenangkan pertarungan, ketika akan dibunuh orang kafir tadi lantas
mengucap kalimat syahadat. Merasa bahwa orang kafir ini tidak serius
mengucapkannya, sahabat tadi lantas membunuhnya. Selesai perang sahabat
tadi menghadap Rasulullah menceritakan kejadian tadi.
Apa
reaksi Rasulullah? Rasulullah marah dan berkata, “Apakah kamu telah
membelah dadanya, sehingga tahu isi dadanya?” Janganlah kita merasa
lebih baik dari orang lain, menghakimi orang lain, menganggap orang lain
lebih buruk dari kita. Bukankah kita tak pernah, dan tak kan mungkinkah
membelah dada orang lain? Mungkin saja orang lain lebih baik dari kita,
misalnya dalam hal berbakti kepada orang tua, dalam hal kesabaran,
dalam hal kejujuran, dll.
Dalam sebuah riwayat
disebutkan bahwa Allah Swt berfirman kepada Nabi Daud as: “Wahai Daud,
kesalahan itu (yg pernah engkau lakukan) adalah berkah bagimu!” Nabi
Daud as berkata: “Wahai Tuhanku, bagaimana itu bisa terjadi?” Allah Swt
berfirman: “Rintihan orang berdosa (memohon ampunan-Ku) lebih Aku sukai
daripada dzikir orang yg bertasbih (yg disertai kebanggaan dengan tasbih
mereka).
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong, yg dapat menjerumuskan ke dalam kebinasaan.
Semoga
kita selalu berada dalam bimbingan-Nya, menjadi seorang muslim yg
memiliki sifat tawadhu, menjadi hamba yg dicintai-Nya, dan senantiasa
meraih ridha Allah.SWT. Amiin ya rabbal alamiin. Wallahu a’lam
© MCNR
FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar