TAUSYIAH-KU
الحديث عن أبي هريرة - رضي الله عنه -
قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: (إن الله تجاوز عن أمتي ما
حدثت به أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم)
“Sungguh Allah memaafkan bisikan
hati dalam diri umatku, selama belum dilakukan atau diucapkan“ قال
تعالى: وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ
بِهِ اللَّهُ... [البقرة:284
“Barangsiapa berada di
dalamnya lalu ia menginginkan untuk menyimpang bersama kezhaliman, Allah
akan menimpakan kepadanya adzab yang pedih“
Ikhwah,
pasti pernah diantara kita terbesit bisikan hati untuk melakukan
hal-hal tidak baik, bukan? Kemudian dari bisikan itu menjadi suatu
keinginan yang ingin dilakukan. Terkadang bisikan ini muncul tiba-tiba,
bisa karena kita mendapat sikap / perlakuan dari seseorang yang tidak
mengenakkan dan kita ingin membalas melakukan suatu keburukkan terhadap
orang tersebut.
Dan berikut ini ada penjelasan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah, mengenai bisikan hati,
Pertama, hadiitsun
nafs (bisikan hati) itu tidak dikatakan sebagai al hamm (keinginan) dan
bukan juga ‘azimah (tekad). Ia hanyalah bisikan di dalam hati antara
ingin melakukan atau tidak ingin melakukan. Dan sekedar bisikan hati itu
dimaafkan. Karena setan tiada henti membisikkan kepada hati manusia
untuk melakukan dosa besar dan kemurtadan. Andai bisikan hati itu
teranggap, maka ini adalah bentuk pembebanan yang tidak mungkin bisa
dipikul oleh manusia.
Sedangkan al hamm (keinginan)
adalah tahap selanjutnya setelah bisikan hati. Yaitu setelah seseorang
hatinya berbisik lalu ia menetapkan sebuah al hamm (keinginan) atau al
azimah (tekad). Inilah yang bisa dikenai sanksi jika ia tidak
meninggalkan keinginan untuk melakukan hal diharamkan oleh Allah. Jika
seseorang mengurungkan keinginannya untuk melakukan hal yang diharamkan,
ia pun diberi pahala yang sempurna. Sebab ia mengurungkan keinginannya
itu karena takut dan ikhlash kepada Allah –Azza Wa Jalla-. Maka ia pun
mendapat pahala yang sempurna. Oleh karena itu, sudah semestinya kita
membedakan antara bisikan hati dan keinginan hati.
© MCNR FSIKU FBS UNJ
2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar