TAUSIAH-KU
[Kebangkrutan Besar Akibat Buruknya Lisan di Sosial Media]
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“
Sesungguhnya orang mukmin itu orang yang tidak suka melaknat, mencela,
berkata keji/jorok, dan kotor ” (HR. Ahmad 1/416 ; shahih)
.
.
Ikhwatifillaah,
Hendaknya kita berhati-hati menjaga lisan kita di dunia nyata dan
menjaga tulisan serta komentar kita di dunia maya. Karena tulisan ini
kedudukannya sama dengan ucapan lisan.
Sebagaimana kaidah :
“ Tulisan (hukumnya) sebagaimana lisan ”.
Ketika
lisan suka mencaci, mencela, melaknat, ghibah dan berkata-kata kotor
kepada orang lain, ini sama saja kita akan “bagi-bagi pahala gratis”
kepada mereka kemudian kita akan bangkrut.
Mengapa
demikian? Karena dengan lisan dan tulisan kita, mereka yang kita cela
dan caci-maki adalah pihak yang kita dzalimi. Jika kita tidak meminta
maaf di dunia, maka urusan akan berlanjut di akhirat.
Na'udzubillahi min dzalik.
.
.
Di
akhirat kita tidak bisa meminta maaf begitu saja, akan tetapi ada
kompensasinya. Kompensasi tersebut bukan uang ataupun harta. Karena itu
sudah tidak bermanfaat di hari kiamat.
.
.
Allaah berfirman,
_“
Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat ”_
(Asy-Syu’araa`: 88-89)
.
.
Semoga kita senantiasa terlindung dari lisan-lisan yang kurang bermanfaat.
•┈┈┈◎❅❀❀❅◎┈┈┈•
© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar