TAUSIAH-KU
Kiat Mengobati Futur Dan Malas
Assalamualaikum ikhwahfillah, mungkin sesekali pernah merasakan futur ketika ingin melaksanakan ibadah dan hal-hal baik?
.
Nahh, berikut ini akan ada kiat-kiat mengobati futur.
.
Futur
artinya rasa malas dan lemah setelah sebelumnya ada masa rajin dan
semangat. Dalam kamus Lisanul ‘Arab futur didefinisikan,
.
سكن بعد حدّة ولانَ بعد شدة
.
“Diam setelah intensitas tinggi, yaitu setelah melakukan dengan usaha keras”
.
Syaikh
Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pernah ditanya, “banyak penuntut ilmu
agama yang lemah tekadnya dan futur dalam menuntut. Sarana apa saja yang
dapat membangkitkan tekad dan semangat dalam menuntut ilmu?“.
Beliau menjawab:
Dha’ful
himmah (tekad yang lemah) dalam menuntut ilmu agama adalah salah satu
musibah yang besar. Untuk mengatasi ini ada beberapa hal:
.
1. Mengikhlaskan niat hanya untuk Allah ‘Azza Wa Jalla dalam menuntut ilmu
.
2. Selalu bersama dengan teman-teman yang semangat dalam menuntut ilmu
Dan
teman-teman yang dapat membantunya dalam berdiskusi dan meneliti
masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama
mereka selama mereka senantiasa membantu dalam menuntut ilmu.
.
3. Bersabar, yaitu ketika jiwa mengajak untuk berpaling dari ilmu
Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
.
وَاصْبِرْ
نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ
يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
.
“Dan bersabarlah
kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan
senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu
berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia
ini” (QS. Al Kahfi: 28)
.
👉Maka
bersabarlah! Jika seseorang mampu bersabar lalu senantiasa kembali untuk
menuntut ilmu maka ia akan dapat menjauhi sifat futur atau malas.
.
Yukk,
ikhwahfillah kita jauhi sifat futur dengan beberapa kiat-kiat di atas
dan berdoa kepada Allah swt. Agar selalu melakukan kebaikan.
Aamiin aamiin ya rabbal alamin.
.
© MCNR FSI-KU FBS UNJ 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar