Jalan Dakwah
Bismillah..
Dear, pejuang yang tak kenal lelah..
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita berdiri di tengah-tengah suatu hal yang tak pernah terbayar segala peluh.
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita untuk ikut dalam dakwah ini.
Dakwah? Tanyamu, bingung.
Yang kutahu dakwah identik dengan orang-orang yang ketika bertemu saling menyapa spontan mengucap salam.
Yang kutahu dakwah identik dengan para perempuan berjilbab panjang.
Yang kutahu dakwah identik dengan para laki-laki berjenggot, berbaju takwa rapih.
Aku malu, katamu.
Aku layak? Layak bergabung dalam dakwah ini?
Kamu berkali-kali meragukan dirimu sendiri.
Dear,
Jikalau dakwah hanya untuk orang-orang suci.
Di mana tempat untuk orang-orang bertaubat?
Di mana tempat untuk orang-orang yang berhijrah?
Lalu untuk siapa dakwah itu hadir?
Bukankah esensi dakwah adalah saling mengingat-menjaga?
Hari ini,
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita lemah.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita rapuh.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita hina.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu, tanpa dakwah semangatmu hanya sebatas api.
Menggebu-gebu, tapi perlahan hilang menjadi abu.
Hari ini,
Kamu melangkahkan kaki pada jalan dakwah.
Melantangkan komitmen, mengucap janji seolah siap mengikuti semua hal di depan mata.
Di tengah perjalanan, janji-janji itu berjatuhan.
Terurai-terlupakan oleh segudang aktivitas yang katamu prioritas.
Perlahan, kamu mulai kebingungan untuk menentukan.
Mana yang harus kupilih? Tanyamu.
Dan kamu baru menyadari bahwa dakwah ini berat.
Dear..
Dakwah tidak menawarkan segala hal asik yang membuatmu terkikik. Dakwah tidak menawarkan segala kemudahan yang membuatmu tertidur di zona nyaman.
Dakwah ini berat, katamu.
Membatasi tiap ruang kehidupanmu.
Membatasi pertemuan antara ayah dan ibumu,
Bahkan seluruh keluargamu.
Dakwah merenggut seluruh kehidupanku, keluhmu.
Suatu hari kau bilang,
"Aku ingin masuk surga"
Aku terkekeh, melemparkan guyonan.
"Apakah mutiara, berlian, bisa dibeli dengan harga murah oleh orang-orang yang hidup lalai?"
Dan hari ini, kamu terbangun dalam mimpi-mimpi keindahan.
Tertegun-menyadari bahwa surga begitu mahal adanya.
Dan dakwah, menawarkan surga terindah untukmu.
Tempat di mana keindahan tidak hanya untukmu sendiri.
Tempat di mana keindahan diperuntukkan bagimu,
Dan teman-teman seperjuanganmu.
Berjalanlah dalam jalan dakwah yang tidak akan pernah mencacimu.
Berjalanlah sekalipun tertatih.
Dakwah akan tetap menunggu, merengkuh tiap diri yang hadir dengan hati yang pasrah-berserah.
Bersemoga akan jannah yang tak terkira nilainya.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka,"kesejahteraan (dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal didalamnya"." (QS. Az-Zumar: 73)
140718, Syaima Mufida.
Dear, pejuang yang tak kenal lelah..
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita berdiri di tengah-tengah suatu hal yang tak pernah terbayar segala peluh.
Hari ini mungkin kita belum mengerti,
Mengapa Allah memilih kita untuk ikut dalam dakwah ini.
Dakwah? Tanyamu, bingung.
Yang kutahu dakwah identik dengan orang-orang yang ketika bertemu saling menyapa spontan mengucap salam.
Yang kutahu dakwah identik dengan para perempuan berjilbab panjang.
Yang kutahu dakwah identik dengan para laki-laki berjenggot, berbaju takwa rapih.
Aku malu, katamu.
Aku layak? Layak bergabung dalam dakwah ini?
Kamu berkali-kali meragukan dirimu sendiri.
Dear,
Jikalau dakwah hanya untuk orang-orang suci.
Di mana tempat untuk orang-orang bertaubat?
Di mana tempat untuk orang-orang yang berhijrah?
Lalu untuk siapa dakwah itu hadir?
Bukankah esensi dakwah adalah saling mengingat-menjaga?
Hari ini,
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita lemah.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita rapuh.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu kita hina.
Dakwah mengikat kita karena Allah tahu, tanpa dakwah semangatmu hanya sebatas api.
Menggebu-gebu, tapi perlahan hilang menjadi abu.
Hari ini,
Kamu melangkahkan kaki pada jalan dakwah.
Melantangkan komitmen, mengucap janji seolah siap mengikuti semua hal di depan mata.
Di tengah perjalanan, janji-janji itu berjatuhan.
Terurai-terlupakan oleh segudang aktivitas yang katamu prioritas.
Perlahan, kamu mulai kebingungan untuk menentukan.
Mana yang harus kupilih? Tanyamu.
Dan kamu baru menyadari bahwa dakwah ini berat.
Dear..
Dakwah tidak menawarkan segala hal asik yang membuatmu terkikik. Dakwah tidak menawarkan segala kemudahan yang membuatmu tertidur di zona nyaman.
Dakwah ini berat, katamu.
Membatasi tiap ruang kehidupanmu.
Membatasi pertemuan antara ayah dan ibumu,
Bahkan seluruh keluargamu.
Dakwah merenggut seluruh kehidupanku, keluhmu.
Suatu hari kau bilang,
"Aku ingin masuk surga"
Aku terkekeh, melemparkan guyonan.
"Apakah mutiara, berlian, bisa dibeli dengan harga murah oleh orang-orang yang hidup lalai?"
Dan hari ini, kamu terbangun dalam mimpi-mimpi keindahan.
Tertegun-menyadari bahwa surga begitu mahal adanya.
Dan dakwah, menawarkan surga terindah untukmu.
Tempat di mana keindahan tidak hanya untukmu sendiri.
Tempat di mana keindahan diperuntukkan bagimu,
Dan teman-teman seperjuanganmu.
Berjalanlah dalam jalan dakwah yang tidak akan pernah mencacimu.
Berjalanlah sekalipun tertatih.
Dakwah akan tetap menunggu, merengkuh tiap diri yang hadir dengan hati yang pasrah-berserah.
Bersemoga akan jannah yang tak terkira nilainya.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka,"kesejahteraan (dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal didalamnya"." (QS. Az-Zumar: 73)
140718, Syaima Mufida.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar