Singgah dan Tertawa
Aku menolak lupa
Pada setiap hamparan
Ketika malam menyapa
Menekuni berbagai lara yang merambah
Aku menolak berkata
Pada aku yang dulu
Yang pernah merasa tidak tertata
Dan tidak menapaki sebuah sajadah
Aku menolak singgah
Pada dermaga tempat aku biasa terdiam
Tidak melakukan apa-apa
Dan terus merasa tersiksa
Tak apa jika aku pernah duduk di persimpangan
Tempat menatap kaca dan terus tertawa
Tak apa jika persinggahanku hanya sementara
Tak apa jika aku pernah lupa dan tidak mengetti bahasa
Sang Maha memberikan selimut hangat dan tempat yang indah
Bahkan jika aku pernah melamun, singgah, dan tersiksa
Desi Nurhayati, PBI 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar