TAUSYIAH-KU
*Jangan Marah Maka Bagimu Surga*
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Assalamualaikum
ikhwahfillah, tahukah bahwa apabila kita berusaha menjauhi sifat marah
yang ada di dalam diri kita. Akan mengantarkan kita ke surga. Ko bisa??
.
Mau tahu?? Berikut ini penjelasannya👇👇
.
Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata
kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau
menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya
berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]. SYARAH HADITS
Sahabat
yang meminta wasiat dalam hadits ini bernama Jariyah bin Qudamah
Radhiyallahu anhu. Ia meminta wasiat kepada Nabi dengan sebuah wasiat
yang singkat dan padat yang mengumpulkan berbagai perkara kebaikan, agar
ia dapat menghafalnya dan mengamalkannya. Maka Nabi berwasiat kepadanya
agar ia tidak marah. Kemudian ia mengulangi permintaannya itu
berulang-ulang, sedang Nabi tetap memberikan jawaban yang sama. Ini
menunjukkan bahwa marah adalah pokok berbagai kejahatan, dan menahan
diri darinya adalah pokok segala kebaikan.
Marah
adalah bara yang dilemparkan setan ke dalam hati anak Adam sehingga ia
mudah emosi, dadanya membara, urat sarafnya menegang, wajahnya memerah,
dan terkadang ungkapan dan tindakannya tidak masuk akal.
Marah
banyak sekali menimbulkan perbuatan yang diharamkan seperti memukul,
melempar barang pecah belah, menyiksa, menyakiti orang, dan mengeluarkan
perkataan-perkataan yang diharamkan seperti menuduh, mencaci maki,
berkata kotor, dan berbagai bentuk kezhaliman dan permusuhan, bahkan
sampai membunuh, serta bisa jadi naik kepada tingkat kekufuran
sebagaimana yang terjadi pada Jabalah bin Aiham, dan seperti
sumpah-sumpah yang tidak boleh dipertahankan menurut syar’i, atau
mencerai istri yang disusul dengan penyesalan.
Yang dimaksud dengan hadits di atas adalah marah yang dilakukan karena menuruti hawa nafsu dan menimbulkan kerusakan.
Yuk
kita jauhkan sifat marah. Berusaha untuk selalu beristigfar ketika
marah. Semoga Allah perbanyak sabar kita. Aamiin.
© MCNR FSI-KU FBS UNJ
2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar